Ahok heran minimnya alat berat Pemprov DKI di Bantargebang

Ahok heran minimnya alat berat Pemprov DKI di Bantargebang

WinNetNews.com-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) merasa heran dengan minimnya alat berat beroperasi di Tempat Pengelolahan Sampat Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Pemprov DKI Jakarta diketahui hanya mempunyai 21 unit alat berat, padahal pengelola sebelumnya yaitu PT Godang Tua Jaya memiliki sekitar 58 alat berat. "Kalau sekarang dibilang alat berat gak cukup, kenapa beli alat berat gak cukup? Kan sudah tahu mau ambil alih," ucapnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/7). Padahal ia yakin Pemprov DKI Jakarta seharusnya dapat membeli hingga 100 unit alat berat. Tapi jumlah alat berat saat ini tak sesuai dengan dana yang diberikan Pemprov DKI untuk dipakai oleh pihak Dinas Kebersihan."Alat berat paling mahal berapa? Satu atau dua miliar, sekarang beli 100 biji cuma 100 miliar kok. jadi gak masuk akal apalagi cuma 50," jelasnya.

Menurut Ahok kurangnya alat berat di Bantar Gebang karena adanya pihak yang enggan mengambilalih Bantargebang. Padahal ia telah minta supaya Bantargebang diambilalih Pemprov sejak 2013."Kalau dia bilang alat berat gak cukup, berarti memang orang kita itu niatnya gak mau ngambil (alih Bantar Gebang) begitu kesimpulannya," kata Ahok.

Pemprov DKI Jakarta diketahui, telah mengakhiri kerja sama dengan operator TPST Bantar Gebang, PT. Godang Tua Jaya (GTJ) dan PT. Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) pada tanggal 19 Juli 2016. Pemprov DKI juga mengatakan swakelola Bantar Gebang setelah serah terima TPST itu.