Ahok: Kita Ganti Pejabat Karena Pejabat Yang Lama Enggak Bisa Nyerap Anggaran

Ahok: Kita Ganti Pejabat Karena Pejabat Yang Lama Enggak Bisa Nyerap Anggaran

WinNetNews.com - Ahok tidak sepakat dengan pendapat yang dikemukakan oleh Kementerian Dalam Negeri yang menyebutkan bahwa salah satu sebab penyerapan anggaran di DKI Jakarta lambat adalah karena terlalu sering adanya pergantian pejabat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menganggap bahwa tidak ada hubungannya sama sekali dengan pergantian pejabat dengan penyerapan anggaran.

"Enggak ada hubungannya dengan ganti pejabat. Jadi pemakaian anggaran tidak ada hubungannya dengan gonta-ganti pejabat. Justru, kita ganti pejabat karena pejabat yang lama enggak bisa nyerap anggaran," terang Ahok.

Baca juga artikel: Ahok: PNS DKI yang Sudah Pakai Mobil Dinas, Tak Boleh Ambil Uang Transport

Bagi nya, pejabat baru justru memiliki tugas lebih mudah dibanding pejabat sebelumnya. Sang pejabat tidak perlu repot-repot membuat program dari nol. Mereka hanya tinggal mengeksekusi program yang mandek.

"Enggak dong, itu kalau sudah jadi APBD, enggak konsep lagi, ya dong? Kalau sudah jadi APBD enggak konsep lagi, kalau sudah KUA PPS (Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara), dan sudah APBD bukan konsep lagi, tinggal eksekusi," jelas Ahok

Baca juga artikel: Ahok Minta PAM Jaya Dan PAL Jaya Digabung

Oleh sebab itu, alasan Kemendagri yang menyoroti pergantian pejabat DKI itu dinilai keliru oleh Ahok. Pergantian pejabat itu menurut Ahok justru merupakan langkah yang dilakukan karena pejabat tersebut tidak bisa menjalankan program yang berujung anggaran tidak terserap dengan baik.