Ahok Mengaku Emosi Karena Jadi Tahanan Politik
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) [foto: Antara]

Ahok Mengaku Emosi Karena Jadi Tahanan Politik

Senin, 17 Feb 2020 | 09:45 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Basuki Tjahaja Purnama alias BTP alias Ahok berujar bahwa dirinya merasa marah kepada semua orang di masa-masa awal dirinya ditahan. Ahok ditahan di Markas Komando Brimob  (Mako Brimob) sejak Mei 2017 hingga Januari 2019 setelah terbukti melakukan tindak penistaan agama.

Selama menjalani masa tahanan, mantan suami Veronica Tan ini menuliskan keluh kesahnya dalam sebuah diari. Di dalam diari itu, Ahok menulis kegiatan sehari-harinya selama menjadi tahanan di Mako Brimob. Selain itu, ia menuliskan perasaannya selama mendekam di balik jeruji besi.

Seperti dilansir dari Majalah Tempo edisi 15 Februari 2020, Komisaris Pertamina itu mengatakan bahwa dirinya sempat marah kepada semua orang.

“Saya memang marah. Eknapa negara harus kalah dari tekanan massa? Saya pikir ini seperti dagelan. Tiba-tiba saja saya dijebloskan ke penjara. Mana ada dalam sejarah republik ini ada gubernur aktif yang dimasukkan ke penjara, kecuali kena operasi tangkap tangan atau jadi maling. Saya tidak bisa terima,” ungkap Ahok yang dirangkum dalam Majalah Tempo.

Ia juga merasa dirinya seperti tahanan politik karena semua tindakan termasuk para pengunjung.

“Tiap ada tamu, dicatat nama, pelat nomor mobil, direkam semua. Ngeliatin gerak-gerik gue. Kan gue bisa ngerasain itu. Udah kayak tahanan politik aja gue itu,” lanjutnya.

Namun Ahok menurutkan jika kemarahannya tersebut hanya sesaat. Ada waktu dirinya merasa sadar dan tenang selepas berdoa. “Saya terbangun. Dada dan badan saya terasa panas. Wah stres nih gue. Saya coba cari penyebabnya. Baru saya sadar jika saya ternyata menyimpan amarah. Akhirnya saya berdoa minta supaya saya bisa memaafkan. Ketika bisa memaafkan, saya nggak lagi bangun tiba-tiba di tengah malam,” pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...