Ahok Sebut Sopir Metromini Ngelunjak

Ahok Sebut Sopir Metromini Ngelunjak

WinNetNews.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku mendapat kabar soal sopir Metromini yang meminta gaji Rp8 juta per bulan bila bergabung dengan PT Transjakarta. Ahok pun geleng kepala menanggapi permintaan itu.

Sementara pemerintah menyanggupi membayar setiap sopir dua kali upah minimum provinsi per bulan. UMP DKI Jakarta pada 2016 Rp3,1 juta. Menurut Ahok, angka yang ditawarkan pemerintah tersebut sudah sangat wajar.

"Kamu jadi sopir bus yang tarik penumpang dapat tidak gaji segitu (dua kali UMP)? Itu namanya ngelunjak," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2016).

Menurut Ahok, pemerintah memberikan yang terbaik bagi sopir di bawah naungan PT Transjakarta. Selain gaji, sopir juga mendapat asuransi kesehatan. "Kalau kamu (sopir Metromini) tidak mau, jangan kerja sama kami," ujar Ahok dengan nada meninggi.

Baca juga: Ahok: Semua Rute Diambil Alih Trans Jakarta, Metromini cs Mau Bersaing?

Mantan Bupati Belitung Timur ini tak melarang sopir Metromini unjuk rasa, syaratnya jangan anarkistis. Ahok tak akan memaksa sopir Metromini bergabung dengan PT Transjakarta.

"Kalau membakar (TransJakarta) saya akan lapor polisi, biar ditangkap. Bus di Jakarta kalau tidak begitu sampai kiamat tidak akan beres," katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang gencar membenahi transportasi umum. Angkutan umum yang tidak layak jalan dikandangkan. Pada Desember 2015, lebih dari 200 Metromini bobrok ditarik ke pool Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Pemerintah 'memaksa' pengusaha angkutan umum menyediakan bus baru dan untuk operasionalnya berkerja sama dengan PT Transjakarta. Kopaja sudah bergabung dengan PT Transjakarta menjadi pengumpan bus TransJakarta.

Sopir Kopaja terintegarasi TransJakarta mendapat keuntungan seperti gaji dua kali ump per bulan, bonus per kilometer, tidak sistem setoran, dan bekerja delapan jam setiap hari. PT Transjakarta akan membayar ke pemilik Kopaja sesuai operasional bus.

Dilansir dari laman detiknews