Ahok Sering Disebut Sombong dan Raja Tega, Benarkah Demikian?
Sumber : Istimewa

Ahok Sering Disebut Sombong dan Raja Tega, Benarkah Demikian?

Sabtu, 7 Apr 2018 | 03:55 | Oky

Winnetnews.com - Pengkritiknya kerap menjuluki mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai manusia sombong dan 'raja tega'.

Benarkah demikian?

Para mantan staf Ahok mengungkapkan hal-hal yang belum terungkap sebelumnya tentangnya.

Momen makan bersama menjadi yang digemari para mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bukan hanya soal kebersamaan, tetapi mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak suka makan sendirian.

"Momen makan selalu ditunggu, makanya beliau enggak suka makan sendirian, makanya suka ajak makan staf-staf."

"Kalau lagi ada tamu, beliau suka cerita sambil bercanda-canda juga," kata salah satu mantan staf Ahok, Michael Sianipar dalam acara bedah buku 'Ahok dan Hal-hal yang Belum Terungkap', di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Ia mengatakan, dalam momen makan bersama, Ahok kerap berbagi cerita di luar pekerjaan, mulai dari kisah masa kecil, kejadian lucu di rumah hingga asal nama anak-anaknya.

Namun, ada juga para staf yang mencuri waktu membahas pekerjaan di tengah makan bersama. Hal itu tak membuat Ahok kesal, justru meladeninya dengan santai.

"Kadang-kadang kami yang bandel nyelipin (bertanya) di tengah makan."

"'Update sebentar, ya, Pak, tentang kerjaan', (Ahok jawab) 'Boleh-boleh, tetapi bentar ya, gue lagi makan'."

"Itu sangat santai dan egaliter," kata Ayu, staf lainnya dilansir dari Kompas.com. 

Julukan Ahok sombong dan 'raja tega' kerap dilontarkan lawan-lawan politiknya.

Pada 2016 silam, jelang Pilkada DKI Jakarta, misalnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Daniel Johan mengatakan partainya tetap menjagokan Sandiaga Uno sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

PKB meyakini, Sandiaga akan menjadi lawan tangguh petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017.

Menurut Daniel, Sandiaga dianggap sebagai sosok pekerja keras, tidak sombong dan selalu mengedepankan kepentingan publik ketimbang kepentingan pribadinya.

Buktinya, sikap Sandiaga yang mau mengalah jika partai-partai di luar pendukung Ahok-Djarot hanya menempatkannya sebagai orang nomor dua.

"Posisi PKB masih tetap Sandiaga dan kami komunikasikan ke sahabat partai yang lain, karena Sandiaga konsisten bekerja keras sehingga elektabilitasnya konsisten naik," kata Daniel saat dihubungi, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Dibandingkan dengan Ahok, Politikus PKB ini melanjutkan, sosok Sandiaga memiliki banyak kelebihan. Seperti sikap Sandiaga yang santun alias tidak arogan.

"Sandiaga juga tidak arogan dan mau mendengar sampai-sampai demi kepentingan yang lebih besar bersedia menjadi wakil gubernur, ini menunjukkan sebagai pemimpin dia punya hati untuk masyarakat," jelasnya.

Disinggung soal wacana duet Sandiaga-Anies Baswedan, Daniel menyambut baik rencana tersebut. Daniel mengungkapkan wacana duet tersebut menjadi salah satu pertimbangan dari partai-partai non Ahok.

"Bagus, Sandiaga-Anies menjadi salah satu yang dibahas," ucap Wakil Ketua Komisi IV ini.

Belakangan Sandiaga sebagai wagub jadi berduet dengan Anies sebagai calon gubernur yang akhirnya terpilih setelah mengalahkan Ahok-Djarot.

Daniel meyakini Sandiaga akan menghadirkan nuansa kepemimpinan baru di DKI Jakarta. Terlebih kepribadian dan karakter Sandiaga dinilai bisa menjadi pemimpin alternatif pilihan warga selain Ahok.

"Dia sosok yang kuat menampilkan alternatif yang berbeda dengan Ahok, pemarah vs tenang, gusur vs penataan, tega vs humanis," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...