Ahok Sulit Dibendung Pada Pilgub?

Ahok Sulit Dibendung Pada Pilgub?

Senin, 1 Feb 2016 | 12:58 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok masih terlalu tangguh untuk menjadi kandidat gubernur DKI Jakarta periode berikutnya. Adjie menilai belum ada kandidat lawan yang sepadan dengan tingkat popularitas dan elektabilitas Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Saya menilai Ahok masih terlalu tangguh untuk kembali memimpin DKI Jakarta periode berikutnya jika dibandingkan dengan lawan-lawan yang disebut-sebut menjadi lawan Ahok di DKI Jakarta,” ujar Adjie saat dihubungi, Senin (1/2).

Menurut Adjie, ada sejumlah hal yang menjadi alasan mengapa Ahok memiliki tingkat popularitas dan elektabilitasnya tinggi, di antaranya faktor incumbent, prestasi dan kepribadian Ahok serta posisi Ahok yang sering menjadi media darling.

“Mayoritas warga DKI Jakarta tentu masih senang dengan Ahok karena dia termasuk gubernur berprestasi di Jakarta, memiliki kepribadian yang tegas dan berani serta menjadi media darling,” ungkap Adjie.

 

Lebih lanjut Adjie mengatakan bahwa karakter Ahok juga sesuai dengan kebutuhan pemilih di DKI Jakarta yang mayoritas pemilih berpendidikan dan kelas menengah. Pemilih di DKI Jakarta, katanya lebih tertarik memilih figur yang berprestasi dibanding dengan partai politik. Jadi, faktor partai politik tidak terlalu berpengaruh.

“Pemilih Jakarta lebih tertarik pada kapasitas figur yang memiliki rekam jejak yang baik, berkepribadian tegas dan berani, bisa merangkul semua pihak dan bisa menangani tiga masalah DKI Jakarta, yakni banjir, macet dan kriminalitas,” jelas dia.

Persoalan utama Ahok, menurut Adjie adalah faktor komunikasi. Menurut dia, gaya komunikasi Ahok yang blak-blakan bisa menjadi batu sandungan bagi Ahok karena dia dinilai tidak bisa merangkul semua pihak dan menjadi perekat.

“Pemilih di DKI Jakarta beraneka ragam, karena itu minimal salah satu kriteria pemimpin Jakarta adalah menjadi perekat dan perangkul semua pihak. Nah, gaya komunikasi Ahok yang blak-blakan bisa menjadi kendala tersendiri baginya karena akan dianggap tidak bisa merangkul semua pihak. Karena itu, Ahok harus menjadi gaya komunikasi yang keras dan soft,” ungkap dia.

 

Adjie mengakui ada sejumlah nama yang berpotensi menandingi tingkat popularitas Ahok di DKI Jakarta, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, pengusaha Sandiago Uno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan dan Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Yang paling berpotensi menurut Adjie adalah Ridwan Kamil karena termasuk kepala daerah yang berhasil di daerahnya, memiliki kepribadian yang kreatif dan akomodatif serta termasuk figur media darling.

“Sementara Sandiaga Uno termasuk pengusaha muda yang sukses, punya potensi pemimpin, bisa raih pemilih perkotaan dan berkepribadian terbuka. Sedangkan Ahmad Heriawan dan Nur Mahmudi Ismail perlu diperhitungkan terutama jika diusung oleh PKS yang mempunyai kekuatan yang solid di DKI Jakarta,” papar Adjie.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...