AHY: Kalau Tiga Periode Tidak Puas, Ujungnya Seumur Hidup
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: ANTARA)

AHY: Kalau Tiga Periode Tidak Puas, Ujungnya Seumur Hidup

Rabu, 9 Jun 2021 | 11:45 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi isu wacana jabatan presiden 3 periode. Ia mengaku khawatir aturan yang mengundang polemik tersebut akan disahkan diam-diam oleh DPR dan MPR.

“Kita punya cerita tidak enak, ketika terjadi pembahasan UU Omnibus Law, yang banyak kejanggalannya. Tiba-tiba, pembahasan dibawa keluar kota yang orang tidak tahu ke mana, di tengah-tengah malam, jam-jam tidak wajar, tiba-tiba diharuskan dalam 24 jam putus diketuk, produk tidak ada, tiba-tiba disahkan. Lalu, kita mau bicara mengangkat suara tidak boleh, mic dimatikan,” kata AHY lewat keterangannya dikutip Selasa (8/6).

“Tiba-tiba jeger muncul dan hitungan jam. Setelah itu masa bodoh, yang penting ikut saja. Dan, saya tidak tahu apakah kemudian tiba-tiba wacana tiga periode ini, tiba-tiba juga diam-diam diselipkan, tiba-tiba langsung diketuk saja,” imbunya.

AHY pun mengaku sudah meminta kader Partai Demokrat yang berada di Senayan agar selalu mengawasi wacana jabatan presiden tersebut agar tidak berakhir seperti Omnibus Law.

“Kita hanya bisa mengingatkan dan mengingatkan, itu juga terkait bukan hanya DPR, tapi juga MPR RI. Kami punya seorang wakil ketua MPR RI, Syarif Hasan, misalnya, dan fraksi MPR RI dari partai demokrat, ketuanya Benny K Harman. Kami hanya bisa mengingatkan memantau, dan mengawasi jangan sampai tiba-tiba kecolongan, tiba-tiba kayak begitu lagi ketuk palu saja,” kata AHY.

Menurutnya, wacana jabatan presiden 3 periode dapat merusak sejarah bangsa Indonesia. AHY menyebut Indonesia pernah mengoreksi diri terkait kebijakan presiden seumur hidup. Pasalnya, aturan tersebut memicu praktik penyalahgunaan kekuatan dan KKN.

“Kalau tiga periode, ini secara fundamental kita ahistoris. Kalau kita lupa ingatan, boleh saja. Tetapi, rasanya masih sehat, tidak lupa ingatan bahwa dulu Indonesia mengoreksi dirinya sendiri pada tahun 1998. Salah satu yang paling fundamental dari reformasi adalah pembatasan masa jabatan presiden Republik Indonesia yang katanya setelah dianalisa oleh sejarah, itu yang menyebabkan terjadinya praktik-praktik yang abuse of power, KKN,” tambahnya.

AHY juga menilai wacana presiden 3 periode tak menutup kemungkinan bisa kembali berubah menjadi 4 periode bahkan seumur hidup, mengingat sifat manusia yang tak pernah puas

“Kalau tiga periode tidak pernah puas, setelah itu 4 periode, setelah itu dibuka kerannya, setelah itu ujungnya seumur hidup, dengan alasan kita kan masih hebat, masih kuat, masih diperlukan. Kalau seperti itu rasa-rasanya darah, keringat, air mata para reformis, para pejuang reformasi itu seperti tidak ada harganya. Karena kita kembali ke masa-masa kelam, sebelumnya terjadi reformasi dan ini menjadi preseden buruk di dunia internasional,” ucapnya.

“Jangan gitu-gitu bangetlah kalau ingin berkuasa, ya. Maksud saya, harus ingat sejarahnya, mengapa era reformasi ini muncul,” papar AHY.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...