Akankah Ahok Maju Lewat Jalur Independen?

Akankah Ahok Maju Lewat Jalur Independen?

Senin, 25 Jan 2016 | 19:55 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Setelah melakukan survei selama enam hari, 5-10 Januari 2016, Centre Strategic and International Studies (CSIS) menyatakan mayoritas warga Jakarta menginginkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 melalui jalur independen daripada menggunakan partai politik (parpol).

Peneliti dari CSIS menerangkan dari sisi pencalonan, sebanyak 63 persen dari 400 responden yang tersebar di lima wilayah kotamadya di Provinsi DKI Jakarta menyetujui Basuki maju melalui jalur perseorangan atau independen.

“Sikap publik terhadap pilihan Basuki mencalonkan diri melalui jalur independen, sebanyak 63 persen setuju, sebanyak 30,25 persen menyatakan tidak setuju,” kata Arya di gedung CSIS, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Senin (25/1).

Terlepas dari pencalonan Basuki, lanjutnya, sebenarnya publik merekomendasikan calon gubernur yang akan maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Ada 54,75 persen merekomendasikan melalui jalur independen dan sebanyak 38,5 persen maju melalui parpol.

 

Alasan lebih merekomendasikan maju melalui jalur independen, lanjutnya, karena lemahnya kepercayaan publik kepada parpol. Ketidakpercayaan publik dipengaruhi proses pilkada di beberapa daerah yang telah berlangsung Desember 2015 lalu dalam proses pencalonan.

“Misalnya, beberapa parpol menggunakan mahar politik dari proses pencalonan. Itulah yang dikhawatirkan publik,” ujarnya.

Arya menyatakan dari data survei, ada empat partai politik yang diprediksi akan merajai dalam Pilkada 2017 mendatang. Yakni, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 21,75 persen, Gerindra 14,5 persen, Demokrat 9 persen dan PKS 6,75 persen.

Sedangkan TNI, Gubernur DKI Jakarta, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi tiga lembaga dengan tingkat kepercayaan publik yang paling tinggi di Jakarta. Sekitar 77,75 persen responden mengaku percaya TNI; Gubernur DKI Jakarta sebanyak 77,25 persen, dan KPK 73,50 persen.

CSIS melakukan survei pada 5-10 Januari 2016 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Margin error survei ini mencapai 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dengan melibatkan 400 responden di lima wilayah, dengan komposisi Jakarta Timur sebanyak 27,50 persen; Jakarta Barat 23,75 persen; Jakarta Selatan sebanyak 22,50 persen; Jakarta Utara sebanyak 16,25 persen, dan Jakarta Pusat 10 persen.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...