Akankah Pisang Punah?

Muhammad Takdir
Minggu, 06 Desember 2015 20:25 WIB
Oleh Muhammad Takdir pada Minggu, 06 Desember 2015 20:25 WIB
Image Akankah Pisang Punah?

WinNetNews.com - Pisang punah? Seperti dilansir detik, kabarnya pisang tengah menghadapi kepunahan! Kekhawatiran ini muncul disebabkan oleh jamur mematikan Panama (biasa disebut penyakit Panama), yang belum seorang pun mengetahui cara pemberantasannya.

Tak hanya bagi pelaku industri pisang yang jumlahnya jutaan, kabar buruk ini juga berlaku bagi kita yang sangat tahu seperti apa lezat dan nikmatnya setangkup pisang.

Tropical Race 4, penyakit layu vaskular yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum (F. oxysporum) merupakan varian lain dari penyakit Panama. Kabarnya, penyakit ini telah mengancam pisang-pisang di Asia Timur dan Asia Tenggara sejak 1960-an. Tak hanya di Asia, kini penyakit itu kabarnya sudah mencapai beberapa daerah, termasuk Amerika Latin, di mana mayoritas jenis pisang ditemukan.

“Jamur ini telah menyebar ke Pakistan, Lebanon, Yordania, Oman, dan Mozambik, serta Australia bagian timur—persisnya di Queensland,” Gert Kema, ahli pisang dari Wageningen University and Research Centre di Belanda kepada, kepada Quartz.

Meskipun dikabarkan menghadapi kepunahan, riwayat pisang tidak akan berakhir begitu saja. Taiwan pernah menjadi pengekspor utama pisang, tapi cerita itu mulai terkikis pada 1960-an. Dan dibutuhkan waktu sekitar 55 tahun bagi penyakit Panama untuk benar-benar memusnahkan pisang di sana. Kini, ekspor pisang Taiwan hanya 2% dari yang pernah mereka lakukan dulu.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Maju Nyaleg Lewat PDIP, Angel Karamoy Bungkam

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.