Akbar Tandjung Mendukung Golkar Gelar Munaslub

Akbar Tandjung Mendukung Golkar Gelar Munaslub

Minggu, 24 Jan 2016 | 12:15 | Liani
WinNetNews.com - Meski berada di tim transisi Golkar, Akbar Tandjung mendukung rencana Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie menggelar munaslub. Namun ada syaratnya, kepanitiaan harus mewakili dua kubu yang bertikai.

"Ya ini kan kita sekarang dalam situasi kritis dan solusi yang paling baik adalah kita lakukan munas, bisa munaslub bisa juga, tapi karena Ical kan memiliki kepengurusan yang boleh dikatakan walaupun dari legal standingnya keluar tidak ada tapi ke dalam kan pasti ada kan, kalau ke dalam kan ada bagus saja kalau dari dalam juga memberikan dukungan kan lebih bagus. Jadi kita tidak usah terlalu fix kepada aturan-aturan. Karena itu sudah baik dia mengatakan munas atau munaslub saya kira sudah bagus itu," kata Akbar, Minggu (24/1/2016).

Namun Akbar berharap munaslub yang digagas Ical sebelum lebaran tahun 2016 itu diharapkan diselenggarakan oleh dua kubu yakni Munas Bali dan Munas Ancol. Dengan demikian sesuai tujuan untuk mengakhiri konflik Golkar.

"Tinggal memang dari penyelenggaraan ada kesepakatan. Ada dua opsi penyelenggara, pertama adalah Munas Riau di mana dari situ ada Agung Laksono sehingga dengan demikian Agung Laksono juga ikut berperan dalam munas itu dan saya lihat kecenderungannya itu memang terwakili kedua duanya dalam penyelenggara munas," kata Akbar.

"Atau kita serahkan sepenuhnya kepada tim yang ditugaskan oleh mahkamah partai, tim transisi, di mana itu bisa menyusun panitia penyelenggara, mereka mereka yang diberikan tugas menjadi penyelenggara munas. Tentu saya tim transisi juga mempertimbangkan keterwakilan dari kedua kubu," kata Akbar yang juga jadi bagian tim transisi ini.

Akbar menuturkan mendukung penuh gagasan Ical jika memang diarahkan untuk mengakomodasi dua pihak. "Jadi Aburizal kan ketua umum Munas Riau, nanti disusunlah panitia kan ada Agung Waketum, saya juga masih Ketua Wantim. Atau kasih ke tim transisi nanti supaya disusun penyelenggaranya," katanya.

Lalu bagaimana nasib tim transisi setelah Akbar mendukung gagasan Ical?

Dilansir dari laman detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...