(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Akhir 2015 Ramalan BI Inflasi di Bawah 4%

Muchdi
Muchdi

Akhir 2015 Ramalan BI Inflasi di Bawah 4%

WinNetNews.com - Inflasi di akhir 2015 hanya 4% bahkan berpotensi di angka 3,6% jika fundamental ekonomi stabil. Current account deficit (CAD) juga diperkirakan positif, hal ini diramalkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo.

Menurutnya, saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulanan pekan lalu, fundamental ekonomi dalam negeri mengalami perbaikan ke arah positif.

"Itu terlihat dari inflasi yang sebelumnya di kisaran 4% plus minus 1% atau 4,3%. Saat pembahasan di RDG terakhir kami lihat bahwa inflasi di akhir 2015 akan di bawah 4%. Bahkan jika dipertahankan bisa di kisaran 3,6%. Adapun CAD kami juga lihat sama," katanya usai rapat Forum Koordinasi Kestabilan Sistem Keuangan (FKKSK) di Jakarta, lansiran Sindo.Jum’at (24/10/2015).

Pihaknya memprediksi CAD kuartal III/2015 bisa di bawah 2% atau 1,8% dari GDP. Maka, sepanjang 2015 secara konsiaten kondisi yang dicapai lebih baik dibanding 2014. "Sepanjang 2015 akan terlihat CAD yang defisit 3,1% di 2014 akan membaik 2% atau 2,1% di 2015. Kondisi ini juga didukung trade surplus Januari-September yang konsisten surplus menunjukan kondisi perbaikan fundamental ekonomi Indonesia," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan untuk mewaspasi perkembangan eksternal terutama pada tiga aspek penting yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. "Pertaman, pertumbuhan China yang ada cenderung melemah dan kami yakin pelemahan ini bisa berjalan dan tidak membawa dampak signifikan pada dunia khsusunya emerging. China yang akan kelola kurs akan lebih dikelola moneter yang independen dengan curent acount yang lebih terbuka," tutur Agus.

 

Hal tersebut memang ada risiko khusus dalam pelaksanaan dengan pertimbangan USD yang menguat dan upaya China dalam menjaga pertumbuhan ekonominya tidak menurun lebih besar.

"Kedua, normalisasi kebijakan The Fed di mana ada ketidakpastian apakah akan naik 2015 atau 2016. Ketidakpastian ini perlu jadi perhatian kita," jelas dia.

Ketiga, berlanjutnya penyesuaian harga komoditas. Kondisi ekonomi domestik mengarah kuat, tapi pihaknya tetap memberi perhatian tinggi pada kondisi eksternal.

"Maka kami sampaikan rilis seperti yang kami sampaikan. Perlu dijelaskan jika di bulan mendatang akan dibahas, maka semua kembali ke data independen. Kami akan lakukan satu perubahan kebijakan sepenuhnya jika didukung data," pungkasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});