Akhir Pekan : IHSG Siap Lawan Sentimen The Fed

Akhir Pekan : IHSG Siap Lawan Sentimen The Fed

Jumat, 10 Mar 2017 | 09:21 | Muchdi

WinNetNews.com - Laju indeks harga saham gabungan pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan melawan sentimen negatif darirencana Federal Reserve Amerika Serikat, yang akan menaikkan tingkat suku bunga.

"Kami melihat setelah Fed menaikkan bunga para pelaku pasar mendapatkan kepastian, sehingga sentimen akan baik untukmembuat aksi jual berkurang," kata analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko di Jakarta, seperti dikutip dari VIVA, Jakarta, Jumat (10/03/2017)

Sehingga, lanjut Yuganur, investor beli atau yang disebut kaum banteng dapat mendorong IHSG naik ke level batas ataspada posisi 5.490 dan 5.550 yang merupakan posisi tertinggi yang belum pernah tersentuh sejak 2015.

Dengan demikian, kata dia, peluang kenaikan lanjutan IHSG pada perdagangan hari ini patut disikapi para pelaku pasardengan mengakumulasi empat saham ini:

1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target trading di kisaran Rp6.500-6.700.

Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah di emiten perbankan badan usaha milik negara inimembuatnya menarik untuk di akumulasi melihat kinerja ekspektasi pendapatan ke depan di 2017, dengan skenario kenaikanberikutnya menuju batas atas atau resistance psikologis di kisaran Rp6.500-6.700.

2. PT Gas Negara Tbk (PGAS) dengan target trading di kisaran Rp2.875-2.975.

Pola perbaikan momentum dalam jangka pendek dan menengah emiten big cap BUMN ini dapat digunakan sebagai peluangperdagangan mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya, ke resistance psikologis di kisaran Rp2.875-2.975.

3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target trading di level Rp350.

Harga komoditas yang mulai rebound dari harga terendah dalam sepuluh tahun terakhir, membuat emiten tambang ini menarikuntuk diakumulasi jangka menengah. Direkomendasikan akumulasi untuk potensi kenaikan berikutnya ke level Rp350.

4. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan target trading di kisaran Rp760-790.

Pola perbaikan momentum dalam jangka pendek dan menengah emiten properti ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis di kisaran Rp335-345.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...