Akhir Polemik KPAI - PB Djarum

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Akhir Polemik KPAI - PB Djarum Audisi Umum Bulutangkis oleh PB Djarum. (Foto: Okezone)

Winnetnews.com - Polemik antara PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang belakangan sempat memanas akibat kabar eksploitasi anak, akhirnya menemukan titik terang.

Sebelumnya diberitakan bahwa PB Djarum diduga melakukan eksploitasi anak di bawah umur dalam audisi terbuka para calon pebulutangkis nasional. Namun, KPAI yang mendapat kabar tersebut langsung membuat laporan ke pihak kepolisian.

Bahkan, konflik antara PB Djarum dan KPAI ini sempat viral di media sosial dan banyak cibiran dari warganet. Pro dan kontra mewarnai laman komentar media sosial di antara kedua belah pihak.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mempertemukan kedua belah pihak dan melakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut, kesepakatan baru akhirnya dicapai.

Meski begitu, ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan oleh Djarum Foundation dan PB Djarum, dan semuanya harus dilakukan sesuai ketentuan.

PB Djarum sepakat untuk mengubah nama program tersebut, dari 'Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019' menjadi 'Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis', tanpa menyertakan logo, merek, dan citra merek Djarum.

Di lain sisi, KPAI juga sepakat untuk mencabut surat yang mereka layangkan pada 29 Juli 2019 lalu, yang berisi permintaan pemberhentian Audisi Djarum.

Alasan Melanjutkan Audisi Umum

Mengutip laman Bola.net, dalam surat keputusan yang dirilis Kemenpora, juga dijelaskan alasan yang mendasari keputusan KPAI dan Djarum mencapai kesepakatan soal keberlanjutan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis ini.

Kedua belah pihak mempertimbangkan ketersediaan atlet bulu tangkis usia muda, yang nantinya akan diseleksi secara berjenjang, agar bisa menyokong proses pengembangan atlet nasional. Apalagi Bulu tangkis merupakan cabang olahraga unggulan Indonesia di kancah dunia.

Berikut empat poin hasil mediasi antara KPAI dan Djarum Foundation yang dipimpin Menpora.

1. Para pihak yang beberapa waktu terakhir ini berpolemik tentang masalah Audisi Bulu Tangkis Djarum (KPAI dan Djarum Foundation) telah mengadakan pertemuan yang dipimpin oleh Menpora dengan tujuan mencari solusi agar audisi bulu tangkis tetap berkesinambungan dengan sejumlah catatan penting dan harus sesuai ketentuan yang berlaku;

2. Alasan utama adanya kesinambungan Audisi Bulu Tangkis ini adalah dengan mempertimbangkan adanya ketersediaan atlet bulu tangkis usia muda secara selektif dan berjenjang dalam berkontribusi bagi proses pembibitan atlet bulu tangkis nasional karena cabor bulu tangkis masih menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang utama perolehan medali di sejumlah event olahraga internasional.

3. Atas dasar poin nomor satu dan dua di atas, disepakati hal sebagai berikut:

a. Djarum Foundation: PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula AUDISI UMUM BEASISWA PB DJARUM 2019 menjadi AUDISI UMUM BEASISWA BULU TANGKIS tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum.

b. KPAI: KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian AUDISI DJARUM

4. Kemenpora, KPAI, PBSI, sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan hari ini tanggal 12 September 2019 bertempat di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin oleh Menpora.

Apa Reaksi Kamu?