Akhirnya Hukuman Mati Li Linfei Dikabulkan MA

Rani
Senin, 06 Juni 2016 09:13 WIB
Oleh Rani pada Senin, 06 Juni 2016 09:13 WIB
Image Akhirnya Hukuman Mati Li Linfei Dikabulkan MA

WinNetNews.com - Permohonan hukuman mati oleh Jaksa terhadap Li Linfei akhirnya dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA). Li ditangkap bersama rekannya Chen di kediaman Chen, Pluit, Jakarta Utara pada 22 November 2014. Bersamaan dengan itu, BNN menyita sejumlah barang bukti berupa 150 Kg sabu berkualitas tinggi.

Menurut Kepala BNN Komjen Anang Iskandar yang meninjau penggerebekan itu, Li dan Chen merupakan pemain baru dalam bisnis narkoba. Komplotan ini mengimpor sabu lewat jalur laut dengan menyamarkan pengiriman 80 kotak paket sebagai mainan anak. Alhasil, komplotan ini diseret ke meja hijau.

Namun demikian, terjadi dua versi maksud kedatangan Li dari Guangzhou ke Jakarta itu. Versi jaksa, Li akan berdagang sabu 150 kg sedangkan versi Li kedatangannya ke Jakarta adalah untuk liburan. Li mengaku ia kehabisan uang sehingga mengontak temannya, Chen Weibiao (44).

Pada 1 Juli 2015, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menjatuhkan hukuman mati kepada Chen, sedangkan Li divonis bebas. PN Jakut meyakini Li tidak terlibat sama sekali. Jaksa yang menuntut mati Li tidak terima dan mengajukan kasasi. Jaksa tetap dalam tuntutannya dan berharap Li untuk dihukum mati.

Kasasi itu diadili oleh hakim agung Artidjo Alkostar sebagai ketua majelis dengan hakim agung Suhadi dan hakim agung Andi Samsan Nganro sebagai anggota majelis. Perkara nomor 2748 K/PID.SUS/2015 itu diketok pada 30 Mei 2016.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
BPBD Gunungkidul: Jangan Melaut, Ombak Tinggi

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.