(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Akibat Awan Panas Sinabung 3 Orang Tewas dan 4 Orang Luka Kritis

Rike
Rike

Akibat Awan Panas Sinabung 3 Orang Tewas dan 4 Orang Luka Kritis
WinNetNews.com- Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara luncurkan awan panas dan kembali timbulkan korban jiwa di hari Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, data sementara dari laporan BPBD Kabupaten Karo terdapat 7 orang terkena awan panas. 3 orang diantaranya meninggal dunia dan 4 orang menderita luka-luka dalam kondisi kritis. Petugas Pos Pengawas Gunung Sinabung, Deri mengatakan luncuran awan panas terakhir akibat erupsi gunung Sinabung terjadi pada pukul 16.48 WIB. "Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban. Korban telah dibawa ke rumah sakit. Beberapa rumah terbakar akibat terlanda awan panas. Pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi dengan memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Sinabung," kata Sutopo.

Korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang sedang melakukan aktivitas berkebun di ladangnya. Desa Gamber berada dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Sinabung. Sejumlah rumah terbakar akibat terlanda awan panas. Pencarian korban akan dilanjutkan pada Minggu (22/5/2016) pagi, sambil tetap memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Aktivitas Gunung Sinabung tetap tinggi. Pada hari ini sudah terjadi awan panas guguran yang terjadi secara menerus pada pukul 14.28, 15.08, 16,39, dan 16.48 WIB. Awan panas guguran capai 4,5 km dimana mencapai Sungai Lao Borus ke arah Barat. Tinggi kolom abu vulkanik mencapai 3.000 meter. Status Awas. Potensi letusan masih tetap tinggi dan dapat terjadi kapan saja. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara. Selain itu, dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor utara – timurlaut. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung supaya tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Dari berbagai sumber

Foto: http://nasional.kini.co.id/

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});