Akibat Corona, THR dan Gaji ke-13 PNS Terancam Tidak Cair
Foto: JawaPos

Akibat Corona, THR dan Gaji ke-13 PNS Terancam Tidak Cair

Senin, 6 Apr 2020 | 19:50 | Anggara Putera Utama
Winnetnews.com -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan saat ini pemerintah tengah mengkaji kebijakan mengenai tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS) di tengah wabah virus corona.

Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan lebih memprioritaskan alokasi anggaran untuk penanggulangan virus corona.

"Kami bersama Presiden meminta kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke 13 apakah perlu dipertimbangkan lagi mengingat beban negara meningkat," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR yang digelar secara virtual, Senin (6/4).

"Dengan penerimaan turun 10 persen, di sisi belanja kami alami tekanan. Langkah-ini masih dan sedang dilakukan, sidang kabinet akan lakukan langkah lain seperti tambahan bansos atau hemat belanja," lanjutnya.

Sri Mulyani kemudian memberikan rincian, outlook pendapatan negara sebesar Rp 1.760,9 triliun dari target APBN 2020 sebesar Rp 2.233,2 triliun. Sedangkan dari sisi belanja negara, dia bilang mengalami kenaikan menjadi Rp 2.613,8 triliun dari APBN sebesar Rp 2.540,4 triliun.

Dengan outlook pendapatan dan belanja negara tersebut, Sri Mulyani menyebut berdampak pada defisit atau tekor APBN menjadi Rp 853 triliun atau 5,07% dari PDB. Angka defisit naik drastis dari yang sebelumnya hanya sebesar Rp 307,2 triliun atau 1,76% dari PDB

Kepastian pembayaran THR dan gaji ke-13 maupun penanggulangan COVID-19 akan terus disampaikan pemerintah kepada DPR.

"Kami sampaikan assessment dan prediksi, ini adalah outlook, basisnya skenario yang kita lihat berdasarkan asumsi yang kita kembangkan," ungkap dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...