Akibat Stres, Permintaan Suntik Mati di Belanda Meningkat

Akibat Stres, Permintaan Suntik Mati di Belanda Meningkat

Jumat, 20 Mei 2016 | 14:18 | kontributor

WinNetNews.com - Mendengar kata suntik mati atau euthanasia adalah hal yang masih cukup tabuh di Indonesia. Namun berbeda halnya dengan negara Belanda. Di Belanda permintaan untuk melakukan suntik mati adalah hal yang dilegalkan oleh pemerintah negeri kincir angin itu.

Namun kini ada ke khawatiran akibat meningkatnya jumlah permintaan suntik mati terhadap penderita gangguan mental akibat trauma pelecehan seksual. Karena biasanya permintaan suntik mati terjadi pada orang yang sudah menderita penyakit kronis.

Pada tahun 2010 tercatat 3.136 orang di negara tersebut yang mengajukan untuk disuntik mati karena gangguan mental. Namun jumlah ini bertambah hampir dua kali lipat pada tahun 2015, yaitu sebanyak 5.516 orang yang diajukan untuk diberikan suntik mati. Wow.. jumlah ini benar-benar mencengangkan ya Winners!

Salah satu kasus yang kontroversial terjadi pada seorang korban pelecehan seksual berusia 20an tahun yang diperbolehkan menjalani euthanasia karena mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD) yang 'tak kunjung sembuh'.

 

Parahnya lagi permintaan suntik mati juga datang dari anak-anak dengan usia 12an tahun. Sejumlah pakar mengatakan bahwa mustahil untuk mengukur standar 'penderitaan yang tak terkalahkan' yang dikeluhkan para pasien demensia atau gangguan mental yang ingin menjalani suntik mati, karena hal ini sifatnya subyektif.

Baca juga: Ternyata Marah Meningkatkan Risiko Serangan Jantung Loh

Meskipun rata-rata keluarga pasien yang mengajukan suntik mati sering berteri makasih karena telah dibantu untuk memudahkan anggota keluarga mereka yang menderita gangguan mental, namun tindakan ini adalah sesuatu yang tidak baik bagi perkembangan mental anak-anak lain.

Kenapa tidak baik? Karena secara tidak langsung lingkungan membiarkan anak-anak berada dalam keputus asaan menghadapi persoalan hidup yang mereka anggap berat. Keinginan untuk melakukan suntik mati pada penderita gangguan mental akibat stress, tekanan, dan lain sebagainya sama saja membiarkan mereka untuk bunuh diri. Betul gak Winners?

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...