Aksi Bunuh Diri Sulli Kembali Bawa Isu Bullying di Media Sosial

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Aksi Bunuh Diri Sulli Kembali Bawa Isu Bullying di Media Sosial Foto: Metro

Winnetnews.com - Kematian aktris-idol Korea Selatan Sulli alias Choi Jin Ri kembali menangkat isu penggunaan media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan jiwa. Sulli dilaporkan tewas gantung diri di rumahnya pada Senin (14/10). Sebelumnya Sulli berjuang melawan depresi yang telah menimpanya sejak lama.

Selama hidup, wanita 25 tahun tersebut beberapa kali tersandung kontroversi dan sering menerima hujatan dari warganet di media sosial. Pada tahun 2014 silam, Sulli sempat memutuskan untuk rehat sementara dari dunia idol karena mengaku lelah secara fisik dan mental karena terus mendapat komentar jahat dari para netizen.

Selain Sulli, beberapa idol dan aktor Korea Selatan lainnya juga sempat mengalami depresi. Sebagian mengatakan jika masalah bersumber dari publik, termasuk lewat media sosial.

Menanggapi masalah ini, ahli kesehatan jiwa dr. Andri, SpKJ, FACLP dari Klinik Psikosomantik Omni Hospital Alam Sutera menghimbau kepada semua orang untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Media sosial diibaratkan seperti pedang bermata dua, yakni memiliki sisi positif dan negatif. Jika digunakan dengan bijak, media sosial tentu akan membawa efek positif, sebaliknya jika digunakan dengan sembarangan, media sosial dapat memberikan dampak buruk.

Contohnya adalah fenomena pembandingan diri di media sosial. Kita cenderung sering membandingkan diri dengan kehidupan orang lain dan berpikir bahwa kehidupan orang jauh lebih baik dari milik kita. Namun kenyataannya hal tersebut tidaklah seperti yang kita duga.

“Paling penting di antara kita adalah sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Media sosial itu bukanlah kenyataan. Banyak orang memfilter postingan mereka agar terlihat ‘wah’ untuk orang lain,” ungkap dr. Andri, dilansir dari Detik Health, Selasa (15/10).

Tidak hanya itu. Kebiasaan buruk orang menggunakan media sosial adalah mereka cenderung kurang berempati pada sesama ketika mengunggah foto, video, atau menanggalkan komentar dalam postingan seseorang. Hal-hal inilah yang bisa membuat orang jadi depresi.

“Bukan hanya artis yang memiliki tanggung jawab untuk bijak menggunakan media sosial, namun kiya semua juga berkewajiban untuk menjaga media sosial agar baik dan kondusif,” kata dr. Andri.

Selain itu, dr. Andri juga menyarankan bila seseorang sudah mengalami gejala depresi karena media sosial, maka lebih baik berhenti sementara atau menghindari media sosial dalam jangka waktu tertentu. Ia menghimbau orang yang merasa depresi dengan media sosial untuk  

Apa Reaksi Kamu?