Aksi Toleransi Warga Selandia Baru, Kompak Pakai Kerudung

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Aksi Toleransi Warga Selandia Baru, Kompak Pakai Kerudung Sumber: Twitter

Winnetnews.com - Sepekan setelah insiden penembakan brutal yang terjadi di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret lalu, warga Selandia Baru masih terus menunjukkan solidaritas mereka kepada umat muslim, khususnya kepada para korban. Pelaku penembakan tersebut bernama Brenton Tarrant, pria berusia 28 tahun asal Australia, menyebabkan tewasnya 50 jamaah muslim yang sedang melaksanakan ibadah salat jumat.

Baru-baru ini masyarakat lokal negeri Kiwi tersebut melakukan aksi solidaritas dengan memakai kerudung atau headscarf.

Gerakan solidaritas yang dinamai Headscarf for Harmony ini dilakukan pada hari ini, Jumat (22/3/2019) dan dikampanyekan melalui Twitter.

“JUMAT INI, 22 Maret, Anda diundang untuk mengenakan headscarf atau penutup kepala di tempat kerja, sekolah, atau di mana pun - untuk secara damai menunjukkan dukungan Anda kepada komunitas Muslim Selandia Baru saat ini. #headcarfforharmony.” kata salah satu pengguna Twitter @rachelmacg.

Dikutip dari NZ Herald, Jumat, 22 Maret 2019, aksi dukungan ini dipelopori oleh Dr. Thaya Ashman, warga Auckland yang tergugah untuk melakukan sesuatu setelah melihat seorang wanita muslim di TV mengatakan terlalu takut keluar rumah karena hijab yang dipakainya.

Dia pun kemudian mengajak wanita muslim lainnya di seluruh Selandia Baru untuk mewujudkan idenya membuat gerakan Headscarf for Harmony.

Ia sebelumnya membicarakannya terlebih dahulu dengan teman dekatnya yang merupakan seorang muslim. Ia lantas mengajukan idenya ke Islamic Women's Council of New Zealand dan Muslim Association of New Zealand. Kedua organisasi itu pun memberikan dukungan penuh kepada Ashman.

Warga Selandia Baru pun kompak menggunakan tagar #headscarfforharmony dan mengunggah foto mereka memakai kerudung di media sosial.

 

 

Apa Reaksi Kamu?