Akun palsu yang merajalela di Media Sosial
Sumber Foto : Istimewa

Akun palsu yang merajalela di Media Sosial

Kamis, 27 Des 2018 | 13:56 | Oky

Winnetnews.com - Di zaman sekarang ini, perkembangan teknologi informasi semakin mempengaruhi hidup manusia. Salah satu yang paling banyak digandrungi masyarakat adalah media sosial..Media sosial dihadirkan untuk membuat komunikasi dan berbagai kegiatan menjadi lebih mudah. Menurut survey yang saya dapat terdapat 91% dari 100% merupakan pengguna aktif sosial media dan 56% mengatakan bahwa media sosial sekarang lebih membawa pengaruh positif dan 44% mengatakan bahwa media sosial sekarang lebih membawa pengaruh negatif. Walaupun begitu media sosial mempunyai dampak positif dan negatifnya sendiri dampak positifnya seperti media sosial sebagai tempat untuk mencari dan mengetahui informasi. Tapi sayang, tidak semua pengguna media sosial menggunakannya dengan bijak. Tidak sedikit pengguna media sosial menggunakan salah dalam menggunakan media sosial sedangkan pengguna media sosial berasal dari berbagai kalangan dan umur tetapi masih banyak pengguna kurang memperhatikan etika ketika berbagi di media sosial. Penyalahgunaan media sosial yang sering kita jumpai mungkin adalah foto atau video yang tidak senonoh yang mengandung unsur pornografi yang dibagikan oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab, menyebarkan foto dan video korban kecelakaan, mengumpat dengan kata-kata yang kasar dan penuh amarah, Berjudi dan taruhan online, membully di media sosial, pencemaran nama baik dan pembuatan akun palsu.

Dan di dalam era digital seperti sekarang, banyak kejahatan-kejahatan yang terjadi dengan menggunakan sarana teknologi informasi. Salah satunya adalah perbuatan membuat akun media sosial palsu (fake account). Akun palsu termasuk dalam golongan cyber bullying , cyber crime. Dalam cyber bullying akun palsu termasuk dalam jenis fraping , profil palsu dan catfishing. Fraping adalah tindakan mencuri masuk ke akun media sosial korban dan mem-posting konten tak pantas, seakan-akan si korban yang melakukan, profil palsu biasanya diciptakan seseorang yang menyembunyikan identitasnya dengan tujuan mem-bully korbannya. pelaku biasanya juga menggunakan akun atau email orang lain untuk melakukannya  dan catfising adalah istilah yang digunakan milenial untuk menggambarkan penipuan identitas diri oleh gebetan yang sebelumnya tak pernah dikenal apalagi bertemu. Dalam cyber crime akun palsu termasuk dalam jenis llegal Contents, illegal contents merupakan kejahatan yang dilakukan dengan cara memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap sebagai melanggar hukum atau menggangu ketertiban pada masyarakat umum, contohnya adalah penyebaran pornografi atau berita yang tidak benar. akun palsu biasanya digunakan untuk memantau aktivitas seseorang/kelompok , dibuat untuk tujuan bisnis , dibuat untuk mengirini opini publik , dibuat untuk menjatuhkan seseorang/kelompok. Walaupun begitu sebagai negara hukum, Negara Indonesia tentunya tidak akan diam menanggapi fenomena pemalsuan akun media sosial tersebut. Oleh karena itu, berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 pasal 35 dan 51 ayat 1 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, perbuatan membuat akun media sosial palsu atas nama orang tertentu, diancam dengan sanksi pidana penjara paling lama 12 Tahun dan/atau denda paling banyak dua belas miliar rupiah. Walaupun sudah ada undang undang yang mengatur akun palsu masih beredar dimana mana seperti contoh kasus berikut ini.

Yang pertama yaitu Kasus tertipu akun palsu yang pernah dialami seorang Youtuber bernama Bayu Skak yang ia ceritakan melalui channel Youtubenya. Menurut berita yang diarsir oleh hipwee.com akhir-akhir ini baru terjadi, seorang Youtuber Indonesia, Bayu Skak juga mengalami hal ini. Ia dekat dengan seorang cewek cantik yang mengaku sebagai calon dokter bernama Dara Fleisher Cohen. Awalnya ia mendapat direct message instagram dari Dara kemudian hubungan mereka semakin dekat walaupun hanya secara virtual. Bayu Skak mempercayai bahwa Dara bukanlah akun palsu karena ia sering ngobrol melalui telepon bahkan chat dengan kedua orang tua Dara. Setelah berkali-kali diajak bertemu, Dara mangkir dan beralasan sibuk. Sampai suatu ketika Bayu meminta alamat rumah Dara melalui orang tuanya dan setelah dicek oleh sahabatnya yaitu Raditya Dika, alamat tersebut hanyalah alamat palsu. Semakin curiga ia kemudian mencari melalui Google Image ternyata foto yang ada di instagram bukanlah Dara Fleisher Cohen, melainkan seorang artis India bernama Dipshika. Penipuan ini sangat rapi karena semua akun media sosialnya nampak aktif sejak lama dan fotonya juga lengkap. Bahkan akun instagramnya memiliki 2,6k pengikut. Bayu lebih memilih untuk tidak melaporkannya karena menurut bayu sendiri penipu ini hanya ingin mendapatkan perhatian dari seseorang dan karna penipu tersebut tidak meminta kiriman uang atau yang lain lain . Dalam kasus akun palsu ini dapat dikatakan sebagai cyber bullying dalam jenis catfising

image0

Selanjutnya adalah Kasus penipuan di dunia maya diungkap tim Cyber crime Direktorat Reskrimsus Polda Bali .Menurut berita yang di arsir oleh balipos.com pada 13 desember 2017 terdapat kasus penipuan melaalui media sosial. Modusnya, pelaku memperdayai korban dengan membuat akun Facebook (FB) palsu “Bintang Ayura” dan memasang foto profil Ni Made Ayu Wimalasari tanpa izin. Pelaku dibekuk pelaku ditangkap di wilayah Desa Sading, Badung, Senin (11/12).

Waktu itu, dia melihat salah seorang followers berinisial AS memasang fotonya. Selanjutnya Wimalasari mengirim pesan supaya fotonya dihapus di akun instagram milik AS. “Kepada pelapor (Wimalasari-red), AS mengaku mendapat foto tersebut dari akun Facebook bernama Bintang Ayura. Wimalasari mengatakan bahwa tidak punya akun facebook Bintang Ayura,” tegasnya.
Saat itulah AS baru sadar menjadi korban penipuan. Bahkan, dia mengaku sempat mentransfer uang Rp 1 juta. “Merasa jadi korban, AS dan Wimalasari melaporkan kasus ini ke Direktorat Reskrimsus Polda Bali. Hasil penyelidikan, akun palsu itu dibuat I Wayan Dedi Armawan,” ungkap Agung Kanigoro. Selanjutnya pelaku ditangkap di rumahnya. Saat diinterogasi, pria bekerja di salah satu villa ini mengakui perbuatannya. Melalui akun palsu, pelaku melakukan penipuan demi mendapatkan uang. “Pelaku merayu dengan alasan macam-macam, seperti bilang butuh uang untuk orangtua berobat, membeli pulsa sampai samsat kendaraan mati,” ungkapnya. Saat ini, polisi baru menerima laporan dari AS dan tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya. Apalagi di akun Facebook yang dibuat pelaku memiliki pertemanan mencapai ribuan orang. . Pelaku dikenakan pasal Pasal 32 jo Pasal 48 dan/atau Pasal 51 Jo Pasal 35 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara denda 12 miliar.

Banyaknya korban dan pembuat akun palsu agar kita tidak menjadi korban dari akun palsu setidaknya kita harus bisa membedakan akun palsu dengan akun asli seperti berikut.

  1. Bacalah profile mereka dengan teliti

  2. Periksa foto profile mereka apakah asli atau terlihat seperti di edit
    Biasanya akun palsu menggunakan foto yang di ambil melalui google, kita dapat mengetahuinya dengan cara save foto profile mereka , buka google image , Seret dan lepaskan foto profil tadi ke baris pencarian , Google akan menampilkan hasil yang paling cocok (dengan informasi seperti nama) atau gambar-gambar yang mirip dengan gambar tadi.

  3. Cari nama mereka dalam internet
    Jika mereka memiliki nama yang sering dipakai, tambahkan informasi lain seperti lokasi, perkiraan usia, atau informasi lain yang dapat Anda temukan dari profil mereka

  4. Periksa teman-teman mereka. 
    Apakah teman-teman mereka berasal dari luar negeri atau lokal? Semakin banyak teman lokal, semakin besar kemungkinan orang tersebut adalah asli. Semakin global daftar teman mereka dengan hanya sedikit atau tidak ada satu pun teman lokal, semakin mencurigakan orang tersebut.

  5. Jarang Menandai Teman dalam Fotonya
    Ini bisa jadi patokan paling penting untuk mengetahui akun palsu karena biasanya mereka tidak punya hubungan khusus dengan akun-akun lain

Dengan kita mengetahui ciri dari akun palsu kita setidaknya dapat mengantisipasti menjadi salah satu dari korban akun palsu setelah itu agar kita tidak menjadi korban yang di pakai identitasnya untuk akun palsu kita sendiri harus bisa memakai sosial media dengan bijak seperti contohnya tidak menmposting foto yang senonoh terlebih kita mengetahui bahwa semua kalangan bisa menggunakan media sosial dan jangan menerima akun akun yang tidak jelas untuk mem follow kita itu adalah hal mudah yang bisa kita lakukan agar tidak menjadi korban dari kejahatan kejahatan yang berada di media sosial dalah datunya adalahan akun palsu.

Jika identitas anda di pakai untuk pembuatan akun palsu jangan takut untuk melapor kepada pihak yang berwajib. Menurut data yang saya dapat dari 16 orang yang identitasnya pernah di pakai untuk akun palsu lebih memilih untuk tidak melapor dengan alasan malas untuk mengikuti prosedurnya, alangkah baiknya jika kita sudah mengetahui akun palsu yang beredar kita melapor kepada pihak yang berwajib untuk mengurangi banyaknya korban dari akun palsu tersebut, dan terlebih sudah ada undang undang yang mengatur tentang kejahatan akun palsu. Dan jika identitas anda di pakai dengan tujuan yang merugikan suatu pihak seperti penipuan yang akan pertama di cari oleh pihak berwajib adalah anda sebagai identitas yang di pakai untuk penipuan dan prosedurnya akan lebih rumit lagi oleh karena itu jika anda sudah mengetahui identits anda di pakai untuk penggunaan akun palsu sebaiknya melaporkannya lebih cepat untuk mengurangi korban dari akun palsu tersebut dan mengantisipasti terjadinya kesalah pahaman.

 

Artikel ini ditulis oleh Nanda Aisyah

Mahasiswi London School of Public Relations, Semester 3.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...