Al-Khawarizmi (780-830M), Bapak Aljabar dari Bukhara

Al-Khawarizmi (780-830M), Bapak Aljabar dari Bukhara

Rabu, 16 Mar 2016 | 11:35 | kontributor

WinNetNews.com - Dunia Barat menyebutnya sebagai Algebra. Sejatinya, ilmuwan matematika, astronomi, astrologi dan geografi kelahiran Bukhara, Uzbekistan 780 itu bernama Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi. Sebagian besar hidup al-Khawarizmi didedikasikan untuk pengembangan ilmu pengetahuan di Sekolah Kehormatan yang didirikan Khalifah al-Ma'mun di Baghdad.

Sederet karya lahir dari buah pikirnya. Aljabar merupakan buku pertama karya Khawarizmi yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Tak heran, bila kemudian dunia mendaulatnya sebagai Bapak Aljabar. Berkat jasanya pula, sistem penomoran posisi desimal terlahir.

Kontribusin AL-Khawarizmi yang begitu berdampak besar tak hanya dalam matematika. Dalam masalah kebahasaan pun, Khawarizmi begitu berpengaruh. Kata logarisme dan logaritma yang diambil dari kata Algorismi merupakan Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga diserap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Ilmuwan Islam yang bergelar Abu Ja'far itu antara lain telah melahirkan berbagai karya seperti; Sistem Nomor lewat kitabnya berjudul Mufatih al-Ulum yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, De Numero Indorum. Selain itu, kitab Al-Jami wa al-Tafsir bi Hisab al-Hind, merupakan hasil pemikiran Khwawarizmi.

 

Baca juga: Fakta Unik Tahun Kabisat

Kitab tentang Aljabar lainnya yang ditulis Khawarizmi adalah Al-Mukhtasar Fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah. Kitab ini diterbitkan pada 820 M. Khawarizmi juga menulis kitab berjudul Al-Jabr wa'l Muqabalah yang membahas penggunaan secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Kitab yang paling fenomenal adalah Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah.

Al-Khawarizmi merupakan sarjana matematika Islam yang diakui kehebatannya oleh sarjana Barat. G Sarton pernah menyatakan bahwa pencapaian-pencapaian tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur terutama al-Khawarizmi. Dalam pandangan Wiedmann, al-Khawarizmi adalah ilmuawan yang meniliki kepribadian yang teguh dan bijaksana.

Sumber: Republika

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...