Alasan Bensin Premium untuk Sepeda Motor dibatasi

Alasan Bensin Premium untuk Sepeda Motor dibatasi

Jumat, 12 Agt 2016 | 20:40 | Rike
WinNetNews.com - Penjualan bahan bakar Premium untuk sepeda motor di SPBU Pertamina dibatasi hanya memakai satu nozzle atau selang. Hal itu diungkapkan tiga pengawas SPBU, yaitu pengawas SPBU Cikini, Casablanca, dan Tendean, Jumat (12/8/2016).

Pengawas SPBU 34.127.02, Tendean, Jakarta Selatan, M Dasim, menyebut, pembatasan nozzle Premium untuk jalur motor dilakukan guna meningkatkan penjualan Bahan Bakar Khusus (BBK), seperti Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina Dex. Dasim mengatakan antrean untuk Premium jadi lebih panjang dengan hanya dimakai satu nozzle. Akibatnya, mereka yang tak ingin mengantre lama akan memilih BBK."Kalau panjang antrean motor, kita enggak bisa alihkan ke nozzleyang lain. Jadi, mereka dengan sendirinya ganti BBM yang lain. Iya strategi, masyarakat didorong perlahan untuk menggunakan BBK," ucap Dasim di SPBU Tendean.

Menurut Dasim, pengguna motor banyak yang menggunakan BBK. Namun, setelah nozzle untuk Premium dibatasi, jumlah penjualan BBK juga lebih meningkat. Sedangkan penjualan Premium jadi menurun."Kalau di kita premium kemarin (sebelum nozzle dibatasi menjadi satu), ada 20 ton, sekarang 15-an. 25 persen ya menurunnya," jelas dia.Sementara penjualan Pertamax meningkat dari rata-rata 3 ton per hari menjadi 5 ton. Pembatasan nozzle untuk Premium juga memengaruhi penjualan BBK di SPBU 34.128.05, Casablanca, Jakarta Selatan, meningkat."Ada, pasti ada (pengaruhnya). Di sini kan jalur premium satu nozzle, jadi pada pindah ke pertalite sama pertamax," kata Pengawas SPBU Casablanca, Nuryani Mansur.

Di SPBU 31.103.03, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, penjualan Pertamax dan Pertalite disebut mengalami peningkatan. Sebab, banyak pengguna motor yang memakai kedua jenis BBM tersebut.Walau begitu, Pengawas SPBU Cikini, kata Yudi Junaedi, total penjualan Premium masih lebih banyak ketimbang BBK.


TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...