Alasan Pajak , Target Penerimaan Diusulkan Turun

Alasan Pajak , Target Penerimaan Diusulkan Turun

Jakarta - Revisi target penerimaan perpajakan 2016. Revisi yang diusulkan adalah penurunan target pajak sebesar Rp 12,8 triliun dari Rp 1.517 triliun menjadi Rp 1.504 triliun. Usul Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara

Saat rapat bersama Badan Anggaran DPR di Jakarta, Rabu, 30 September 2015.Dia Mengatakan "Kami melakukan estimasi atas penerimaan perpajakan dengan perubahan asumsi makro yang terjadi perubahan target penerimaan,"

Revisi tersebut meliputi penerimaan pajak non-migas serta kepabeanan dan cukai. Untuk pajak non-migas, terjadi exercise sebesar Rp 1,3 triliun dari Rp 1.320 triliun menjadi Rp 1.318 triliun. Penyumbang revisi ini berasal dari PPn non-migas yang turun Rp 0,8 triliun dari Rp 715,8 triliun menjadi Rp 715 triliun. Pajak pertambahan nilai juga diusulkan berkurang dari desain awal RAPBN 2016 sebesar Rp 2 triliun dari Rp 573 triliun menjadi Rp 571 triliun.

Suahasil menyebutkan revisi terbesar berasal dari kepabeanan dan cukai yang mencapai Rp 11,5 triliun dari Rp 197 triliun menjadi Rp 185 triliun. Target cukai mendapat exercise sebesar Rp 9,8 triliun dari Rp 155,5 triliun menjadi Rp 145,7 triliun. Sedangkan target bea masuk turun Rp 1,7 triliun dari Rp 38,9 triliun menjadi Rp 37,2 triliun.

Dia mengatakan pihaknya memperhitungkan basis penerimaan kepabeanan dan cukai 14 bulan. Jadi, untuk tahun depan, ia ingin basis penerimaan kembali ke 12 bulan. Dengan perubahan tersebut, Suahasil berharap pemerintah bisa mendapat penerimaan yang lebih realistis.

Hingga akhir Agustus, realisasi penerimaan perpajakan mencapai 46,9 persen dari total APBN Perubahan 2015. Penerimaan pajak baru mencapai 46,2 persen atau sebesar Rp 598 triliun. Jumlah ini sama dengan periode tahun lalu.

Sedangkan kepabeaan cukai mencapai raihan 51,6 persen atau senilai Rp 100,6 triliun. Berbeda dengan PPh non-migas yang tumbuh 8,6 persen, PPh migas turun 30,5 persen karena harga sedang menurun drastis.