Alasan Tarif Taksi Resmi Lebih Mahal dari Uber dan GrabCar

Rusmanto
Kamis, 24 Maret 2016 14:43 WIB
Oleh Rusmanto pada Kamis, 24 Maret 2016 14:43 WIB
Image Alasan Tarif Taksi Resmi Lebih Mahal dari Uber dan GrabCar

WinNetNews.com - Tarif taksi resmi lebih mahal dari tarif transportasi berbasis aplikasi seperti Uber dan GrabCar . Karena itu konsumen memilih transportasi Uber atau GrabCar.

Soal urusan tarif ini, pengamat transportasi Dharmaningtyas punya pendapat. Ada sejumlah aturan yang membuat taksi resmi menjadi lebih mahal.

"Mengapa taksi legal lebih mahal, karena harus izin operasional yang mahal, menyediakan pool, bayar pajak dan sebagainya," kata dia dalam diskusi di Kampus Moestopo, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Menurut Dharmaningtyas, kalau pemerintah mau ambil jalan tengah, yang legal diminta merevisi bisnis plan dan dikurangi bebannya sehingga tarif lebih murah, yang ilegal disuruh memenuhi persyaratan-persyaratan sehingga mereka mengeluarkan cost tambahan dan bisa menaikkan tarif ditingkatkan sedikit.

"Sehingga ketemu di tengah. Nanti kalau sudah ketemu di tengah tinggal bersaing apple to apple. Mana yang lebih kompetitif kalau ternyata akhirnya yang ilegal setelah legal lebih kompetitif berarti yang sekarang legal membenahi bisnisnya," urai dia.

"Jangan terjebak pada online tidak online tapi legal dan ilegal. Karena yang legal pun Blue Bird, Taxiku, Express sudah pakai online jadi bukan masalah online dan tidak online tapi legal dan tidak legal," tutup dia.

disadur dari situs detik-news

Memancing Juga Punya Manfaat Bagi Tubuh Anda
Barcelona Serius untuk Datangkan Willian dari Chelsea

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.