Alhamdulillah... Otoritas Arab Saudi Cabut Visa Progresif Umrah

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Alhamdulillah... Otoritas Arab Saudi Cabut Visa Progresif Umrah Ilustrasi umrah di Mekkah. (Foto: Saudi Gazzette)

Winnetnews.com - Otoritas Arab Saudi resmi mencabut kebijakan visa progresif umrah melalui dekrit raja, Selasa (10/9/2019). Wacana pencabutan visa progresif tersebut sebelumnya sudah beredar sejak 2016.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Mohamad Hery Saripduin membenarkan pencabutan visa progresif untuk umrah itu. Hery menuturkan, jumlah biaya yang dihilangkan mencapai SAR2000, jika dirupiahkan menjadi Rp7.488.623,79

“Jadi biayanya flat. Yang SAR 2000 dihilangkan (dicabut),” terang Hery Saripudin usai menghadiri Malam Anugerah Haji 2019 di Kantor Urusan Haji di Jeddah, Selasa (10/9/2019) malam waktu setempat, seperti dikutip AyoBandung.com.

Hery menambahkan, kebijakan raja ini merupakan upaya Pemerintah Arab Saudi dalam rangka mewujudkan visi 2030. Salah satu perwujudan visi 2030 itu adalah pencapaian target jemaah umrah sebanyak 30 juta jiwa.

“Berbeda dengan tahun lalu yang hanya mencapai 8 juta jemaah. Tahun 2020 ditargetkan 10 juta jemaah umrah,” lanjutnya.

"Pemerintah Saudi ingin mendiversifikasi ekonominya dari berbagai economic resources, termasuk umrah," sambungnya.

Hal senada disampaikan Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Endang Djumali. Endang menyebutkan bahwa pengumuman pencabutan visa progressif secara resmi disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi Sulaiman Al-Massaath, Selasa (10/9/2019) sore, dalam kesempatan jumpa pers yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.

"Sore tadi sekitar jam 16.00 waktu sini, Saudi sudah mengumumkan, kebijakan visa progresif umrah dihapus. Pensosbud KJRI juga sudah mengkonfirmasi pemberlakuan aturan baru ini," jelas Endang Djumali di Jeddah.

Arab Saudi memberlakukan visa progresif bagi jemaah umrah sejak 2016. Jemaah yang akan berumrah untuk kedua kalinya atau lebih di tahun yang sama dikenakan biaya tambahan untuk visa sebesar SAR2000 atau setara Rp7,6 juta. Aturan tersebut kini telah dicabut oleh Saudi.

Bersamaan dengan pencabutan visa progresif, Pemerintah Saudi mengumumkan aturan baru tentang pemberlakuan biaya pengajuan visa umrah dalam bentuk Government Fee sebesar SAR300. Biaya ini berlaku untuk setiap pengajuan visa umrah, baik yang pertama maupun kali kedua dan seterusnya.

“Jadi, kebijakannya bukan mengurangi visa progressif dari SAR2000 menjadi SAR300, tapi mencabut aturan visa progresif dan menerbitkan ketentuan baru biaya pengajuan visa umrah dengan Government Fee sebesar SAR300," jelasnya.

"Ketentuan ini hanya berlaku untuk visa umrah," tandas dia.

Apa Reaksi Kamu?