Alis Bernanah Akibat Sulam Alis
Sumber Foto : Istimewa

Alis Bernanah Akibat Sulam Alis

Kamis, 24 Jan 2019 | 10:48 | Oky

WInnetnews.com - Dijaman modern seperti sekarang ini banyak wanita yg ingin tampil cantik dengan waktu yang singkat. Tidak hanaya eyelash extension saja tetapi ada tren yang lebih menantang di bandingkan dengan eyelash extension. Tren itu ialah sulam alis.

Apa itu sulam alis ?

Pada dasarnya sulam alis adalah proses pembentukan alis dengan menambahkan rambut halus pada alis. Proses pengerjaannya dilakukan dengan membuat salur-salur pada alis, sehingga kesannya lebih nyata dan tidak terlihat seperti tempelan.

Hasil dari sulam alis terbukti sangat memuaskan, dimana semua bulu di alis terlihat seperti asli. Tidak hanya itu saja, lengkungan alis juga lebih terlihat menawan dan berdimensi. Dan jenis jenis sulam alis dan teknik sulam alis tidak hanya beberapa, tetapi sangatlah banyak, anda hanya harus memilih gaya atau bentuk apa yang cocok ntuk wajah anda. Adakah ana tidak tau bentuk mana yang paling cocok, banyak klinik sulam alis yang bisa membantu anda menemukan gaya atau bentuk sulam alis yang cocok.

Banyak wanita wanita khususnya di Indonesia melakukan sulam alis. Berikut ini ada bebrerapa alasan wanita wanita Indonesia melakukan sulam alis :

  1. Ingin memiliki bentuk alis yang tidak sempurna.   
  2. Bulu alis mata tidak lebat, warna alis tidak tebal dan tidak terang.         
  3. Alis satu dengan alis lainnya tidak sejajar atau simetris.  
  4. Bulu alis rontok sehingga alis menipis bahkan tidak berbulu

Bahkan banyak artis yang melakukan sulam alis, seperti: Nikita Willy

image0

Tetapi, kebanyakan wanita yang tertarik untuk melakukan sulam alis tidak memperhatikan adanya bahaya jika melakukan sulam alis. Salah satu dokter kecantikan spesialis kulit di Indonesia yaitu dr. Jonathan R. Supedi, mengatakan "Di indonesia untuk nonmedis belum ada regulasinya, kita sih enggak merekomendasikan untuk sulam alis, klinik aja agak longgar regulasinya, makanya bisa sampai suntik ini itu," ujar dr. Jonathan saat diwawancarai secara eksklusif.

image1

"Jadi kalau sulam alis itu bikin perlukaan, terus dimasukin tinta. Tentunya dari perlukaannya harus steril, tempatnya juga, estetician harus steril dan dilakukan dengan dengan baik," ujarnya.

Menurut dokter Jonathan, sulam alis ini memang biasanya tidak dilakukan oleh dokter kulit sehingga dirinya pribadi tegas tidak merekomendasikan.

Apalagi bila dilakukan di tempat yang izinnya tidak jelas, bisa fatal akibatnya bila terjadi sesuatu.

Jika hanya melihatkan siapa yang mengatakan sulam alis itu adalah tindakan berbahaya, tetapi tidak ada kasus yang terjadi, berikut adalah salah satu kasus malpraktik sulam alis yang terjadi :

Polly Smith, ia ingin tampil dengan alis yang lebih tebal. Ia melakukan perrawatan HD treatment yakni perawatan alis waxing dan sulam. Setelah beberapa jam melakukan perawatan, ia merasa gatal pada alisnya yang langsung berubah menjadi merah. Pada keesokan harinya, kondisinya semakin parah. Alis gadis asal Inggris itu menjadi bengkak dan bernanah akibat infeksi yang parah. Setelah dicek ke dokter, ternyata Smith mengalami alergi parah karena tidak cocok dengan cat pewarnaan yang digunakan. Efeknya, ia bisa memiliki bekas luka seumur hidup.

Kesempurnaan bentuk alis yang ditawarkan oleh teknik sulam alis tentu saja banyak menarik perhatian wanita, namun sayangnya sulam alis tidak selamanya menjadi teknik yang sempurna dan sepraktis yang dibayangkan. Prosesnya memang singkat, namun tetap saja harus melalui banyak tahap-tahap yang sedikit rumit. Dokter maupun ahli sulam alis menjadi orang yang memiliki peran penting dalam eksekusi teknik ini. Tidak jarang, banyak alis-alis yang akhirnya menjadi korban akibat kurang terampilnya dokter maupun ahli sulam alis dalam menangani konsumennya. Berikut ini merupakan 10 bahaya sulam alis yang harus diketahui oleh para wanita yang hendak melakukan sulam alis sebagai jalan alternatif yang praktis dan singkat untuk mendapatkan bentuk alis yang nyaris sempurna.

  1. Rasa sakit selama proses sulam alis

    Meskipun memakan waktu yang relatif singkat, melakukan sulam alis tentu saja harus melewati tahapan-tahapan sesuai prosedur yang telah ditentukan. Proses pertama yang dilakukan oleh para ahli sulam alis maupun dokter merupakan proses penggambaran bentuk alis yang disesuaikan dengan bentuk wajah. Proses penggambaran bentuk alis ini menggunakan pensil alis biasa, kemudian mereka akan mengisi alisnya dengan gambaran rambut yang dilakukan satu per satu menyerupai rambut alis. Dokter maupun ahli sulam akan menggambar rambut-rambut yang menyerupai alis menggunakan pen yang memiliki ujung seperti silet.

    Pen ini nantinya akan menyayat kulit disekitar alis, dan menanamkan tinta kedalam lapisan epidermis kulit. Meskipun dalam proses ini para ahli sulam alis dan dokter akan menggunakan anastesi untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan, beberapa orang yang pernah melakukan sulam alis biasanya akan mengeluhkan sisa rasa sakit yang tidak bisa diatasi oleh anastesi. Penting bagi para wanita maupun orang yang akan melakukan sulam alis untuk memilih dan memeriksa keterampilan dokter maupun ahli sulam mana yang akan mereka pilih untuk  merapikan dan memperindah bentuk alis mereka.
  2. Lapisan Epidermis yang rusak

    Proses penggambaran rambut alis yang dilakukan para ahli sulam alis maupun dokter merupkan hasil dari goresan pen yang berisi tinta khusus. Pen berisi tinta ini akan digoreskan ke sekitar alis, tepatnya di bagian kulitnya. Tinta ini biasanya akan terserap dan masuk pada lapisan kulit bagian Epidermis. Proses menggambar yang menggunakan teknik sayatan dan pengisian tinta pada bagian kulit, akan terserap dan masuk ke dalam lapisan kulit kedua ini. Masuknya benda asing seperti silet dari ujung pen dan tinta ke dalam kulit, akan memaksa pori-pori kulit untuk menerima benda asing yang masuk ke dalamnya. Hal ini dapat memicu rasa sakit yang berdampak pada terhambatnya proses peredaran darah.          
  3. Iritasi pada kulit sensitif

    Anda yang memiliki kulit sensitif sebaiknya berpikir ulang untuk melakukan sulam alis. Proses menggambar rambut alis yang menggunakan teknik menyayat dan memasukkan tinta ke dalam lapisan kulit epidermis, akan memicu resiko iritasi yang sangat besar bagi jenis kulit sensitif. Lapisan kulit yang tersayat dan masuknya beda asing ke dalam lapisan kulit melalui pori-pori, akan membuat kulit memerah, terasa panas bahkan pedih. Melakukan konsultasi pada ahli sulam alis maupun dokter kulit, menjadi salah satu tahap tambahan yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk melakukan sulam alis.
  4. Terganggunya pertumbuhan rambut alis yang sebenarnya

    Masuknya benda asing ke dalam lapisan kulit bagian epidermis dan pori-pori, akan mengganggu pertumbuhan rambut asli alis. Kerontokan rambut pada alis, kerap kali terjadi pasca sulam alis. Rusaknya batang dan akar rambut akibat lapisan epidermis yang tidak sehat, membuat Anda yang ingin melakukan sulam alis kembali berpikir. Alih-alih mempertebal rambut alis, kerontokan rambut alis yang asli pasca melakukan sulam alis akan membuat bentuk alis menjadi sedikit aneh.
  5. Menimbulkan bekas luka permanen

    Bekas luka permanen sebenarnya tidak akan terjadi apabila Anda melakukan sulam alis di tempat yang sudah terpercaya. Dokter maupun ahli sulam alis yang sudah memiliki keterampilan tentu saja akan melakukan sulam alis sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan dan terbukti aman. Luka bekas permanen ini biasanya akan didapatkan apabila Anda melakukan sulam alis di tempat yang tidak memperhatkan prosedur dan kelengkapan perlengkapan yang mereka gunakan saat melakukan proses sulam alis. Bukannya mendapatkan bentuk alis yang sempurna, namun mendatangkan bekas-bekas luka pada bagian alis. Maka sangat penting bagi Anda yang ingin melakukan sulam alis, untuk memilih ahli sulam maupun dokter yang akan mengerjakan alisnya.
  6. Beresiko tertular penyakit

    Peralatan sulam yang tidak terjaga kebersihannya, bisa jadi menjadi sarang penyakit. Sama halnya seperti peralatan sulam alis yang dimiliki oleh salon maupun klinik sulam alis. Apabila dokter, ahli sulam alis, maupun staff yang ada di dalam tempat penyedia jasa sulam alis tidak dapat menjaga kebersihan peralatan sulam alis yang mereka miliki, maka orang-orang yang pernah melakukan sulam alis di sana akan beresiko untuk terkena atau tertular penyakit. Apabila pen yang digunakan untuk menyayat lapisan kulit tidak steril, peluang terkena hepatitis hingga AIDS menjadi lebih besar. Pastikanlah kembali tempat penyedia jasa sulam alis mana yang akan Anda pilih untuk memperindah bentuk alis Anda, tentu saja dengan pertimbangan  kebersihan dan kesterilan peralatan yang mereka gunakan
  7. Bentuk alis kurang sesuai

    Meskipun tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan alis, kulit, maupun tubuh Anda, bentuk alis yang kurang sesuai bisa jadi mengurangi kepercayaan diri Anda di depan orang lain. Bentuk alis yang kurang sesuai dengan bentuk wajah yang Anda miliki tentu akan sedikit menganggu, baik untuk diri anda sendiri, maupun orang yang sedang berbicara langsung di depan Anda. Memilih dokter maupun ahli sulam alis yang sudah terbukti baik kinerjanya, menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Jangan sampai alis yang tidak simetris dan memiliki panjang yang berbeda akan mempengaruhi kepercayaan diri anda.
  8. Ketergantungan 

    Rusak dan rontoknya rambut pada alis, akan membuat Anda harus kembli datang ke klinik maupun salon penyedia jasa sulam alis untuk memperbaiki bentuk alis yang Anda miliki. Ketahanan tinta yang digunakan untuk melakukan sulam pada alis Anda, merupakan faktor lain yang tampaknya mengharuskan Anda untuk kembali datang pada mereka untuk melakukan sulam alis kembali. Rusaknya lapisan epidermis akibat sayatan pen dan masuknya tinta ke dalam lapisan tersebut, akan membuat rambut asli pada alis sulit tumbuh kembali. Akibatnya, Anda akan mengalami ketergantungan pada sulam alis demi mendapatkan bentuk alis yang sempurna dan praktis.
  9. Besarnya resiko terkena penyakit kulit

    Lapisan epidermis yang rusak akibat luka sayatan dan masuknya tinta pada lapisan kulit tersebut, akan memperbesar resiko sesorang untuk terkena penyakit kulit pasca melakukan sulam alis. Pori-pori yang dibuka secara terpaksa saat penyayatan dan penggambaran rambut alis, akan mempermudah bakteri maupun kuman masuk melalui celah tersebut. Penyakit kulit ini nantinya akan sangat menganggu, karena mungkin akan mempengaruhi warna kulit wajah Anda maupun kulit bagian alis saja.
  10. Menyisakan tinta hasil sulam.

    Ketahanan tinta yang dihasilkan oleh teknik make up semi permanen sulam alis adalah 2 – 3 tahun. Kulit yang menua dan berkerut akan membuat hasil sulaman pada alis terlihat tidak menaik lagi. Tinta yang merupakan hasil sulaman pada daerah sekitar alis akan terlihat sangat kaku dan tidak alami seperti pertama kali melakukan sulam alis. Bentuk alis menjadi sedikit tidak teratir akibat kulit wajar yang mulai berkerut karena pertambahan usia.

Keputusan untuk melakukan sulam alis demi mendapatkan alis yang indah memang berada di tangan pribadi masing-masing orang. Namun, sebelum melakukan hal ini, ada baiknya untuk mempertimbangkan terlebih dahulu risiko yang mungkin terjadi usai melakukan sulam alis.

Pada teknik pengerjaan yang tidak dilakukan oleh tenaga profesional atau alat yang tidak dilakukan sterilisasi dengan baik misalnya, kemungkinan untuk mengalami infeksi bakteri Staphylococcus, Streptococcus atau bahkan penularan infeksi herpes bisa terjadi. Infeksi juga dapat timbul akibat iritasi atau reaksi alergi dari pigmen yang digunakan saat sulam alis.

Penggunaan pigmen yang nantinya diaplikasikan pada area alis yang akan disulam juga harus diperhatikan. Sebelum sulam alis dilakukan, Anda disarankan untuk melakukan tes alergi terhadap pigmen yang akan digunakan, berupa tes tempel, untuk mencegah terjadinya reaksi alergi yang tidak diinginkan.

Selain itu, penting untuk memastikan orang yang mengerjakan sulam alis Anda merupakan tenaga profesional yang memiliki sertifikat dan menggunakan alat-alat yang telah dilakukan sterilisasi dengan baik, agar hasil dari sulam alis sesuai dengan yang diinginkan dan aman untuk kesehatan.

Pada wanita yang sedang mengandung, penderita keloid, pernah melakukan transplantasi organ, atau memiliki kondisi daya tahan tubuh yang lemah (immunocompromised) sebaiknya menghindari sulam alis. Begitu pula untuk penderita gangguan kulit seperti eksim dan rosacea, disarankan untuk menghindari tindakan sulam alis demi alasan kesehatan.

Teknik Pengerjaan Sulam Alis dan Cara Perawatan

Teknik pengerjaan sulam alis dilakukan dengan cara membuat sayatan atau goresan-goresan kecil pada sekitar alis yang kemudian ditanamkan pigmen. Penanaman pigmen yang bertujuan untuk membentuk rambut alis layaknya alis asli ini, biasanya meninggalkan rasa sakit saat proses sulam alis dilakukan.

Pasca penyulaman selesai, rasa sakit mungkin akan berangsur-angsur berkurang dan mungkin hanya akan terasa seperti tersengat pada sekitar alis yang disulam.

Agar hasil sulam alis tetap sesuai dengan yang diinginkan dan terhindar dari infeksi, berikut hal yang harus dilakukan:

  • Menjaga area sekitar alis tetap kering setidaknya sampai 10 hari pasca sulam alis dilakukan. Dianjurkan juga menjaga wajah tetap kering saat mandi.
  • Hindari penggunaan make up setidaknya selama seminggu.
  • Jangan mengelupaskan keropeng atau menggaruk area sekitar alis meski terasa gatal.
  • Kuncir rambut Anda agar rambut tidak mengenai daerah alis yang baru disulam
  • Hindari berenang, sauna atau melakukan aktivitas yang menyebabkan produksi keringat berlebih hingga area sulam alis benar-benar sembuh.
  • Batasi paparan sinar matahari langsung pada area alis yang disulam, untuk menghindari terbentuknya noda gelap atau hiperpigmentasi pada area sekitar alis.
  • Rutin mengoleskan krim atau obat yang telah diberikan sesuai dengan petunjuk sesuai instruksi.

Jika setelah melakukan sulam alis daerah sekitar mengalami pembengkakan, mengalami keropeng setelah dua minggu, terasa nyeri terus menerus atau mengeluarkan cairan seperti nanah, segeralah periksa ke dokter. Anda mungkin menderita infeksi dan memerlukan perawatan untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

Sulam alis, secara estetik memang dapat menunjang penampilan, namun tetap perhatikan faktor keamanan demi alasan kesehatan. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum melakukan sulam alis.

 

Ditulis oleh Syafarina Tiyani Rianto

Mahasiswi London School of Public Relations

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...