Amankah Gunakan Fast Charging Ponsel?

Rusmanto
Rusmanto

Amankah Gunakan Fast Charging Ponsel? ilustrasi

Winnetnews.com -  Teknologi pengisian daya cepat atau fast charging sangat membantu para pengguna ponsel, terutama bagi mereka yang sering menggunakannya di luar ruangan atau berpergian.

Fast charging pada smartphone saat ini terus berkembang. Hitungannya pun tak lagi belasan melainkan sampai puluhan, bahkan telah tembus angka 100-an. Sebut saja Oppo, Samsung, dan Xiaomi yang belakangan ramai meramaikan pemberitaan dengan teknologi cas cepatnya masing-masing.

Yang teranyar, Vivo membuat gebrakan dengan memperkenalkan teknologi fast charging-nya yang terbaru. Cas kilat itu bisa mencapai 120W, angka tertinggi saat ini, sehingga pengisian daya smartphone pun bisa berlangsung kian cepat.

Bagaimanapun, ada yang risau bahwa kemudahan tersebut bakal berdampak pada umur baterai yang kabarnya menjadi lebih pendek. Ada pula yang merisaukan potensi ponsel jadi mudah meledak. Apa benar?

"Charging cepat memang ditengarai punya efek terhadap umur baterai. Tapi memang ini jalan singkat yang sepertinya harus ditempuh karena kebutuhan dan ketergantungan banyak orang terhadap smartphone yang semakin meningkat, sampai kita punya teknologi baterai yang lebih baru," kata pengamat gadget Lucky Sebastian, Rabu (26/6/2019).

Mengutip penelitian terbaru dari Universitas Purdue di Amerika Serikat, Lucky mengatakan fast charging memang membuat sel baterai lebih cepat rusak. 

Efek lain dari fast charging adalah membuat perangkat jadi lebih cepat panas. Dijelaskan Lucky, prinsip fast charging itu sederhana berdasarkan fisika, yakni Daya (Watt) = Tegangan (Volt) x Arus (Amphere).

Jadi jika ingin baterai cepat mengisi, beri daya yang besar. Caranya dengan memilih salah satu, menaikkan tegangan atau arus. 

"Efek dari menaikkan tegangan adalah panas. Karena gerak elektron di dalam baterai dibuat lebih cepat sehingga efeknya panas," sebutnya.

Apa Reaksi Kamu?