Amankah Konsumsi Telur Setengah Matang?

Nurul Faradila

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Amankah Konsumsi Telur Setengah Matang?
Foto: ikidane nippon

Winnetnews.com -  Telur setengah matang memang menjadi kesukaan beberapa orang. Bahkan tak jarang kita menemukan telur setengah matang yang tersajikan bersama dengan nasi goreng ataupun bubur. Akan tetapi, apakah telur setengah matang itu sebenarnya aman untuk dimakan?

Melansir Huffpost, seorang dokter dan ilmuwan bernama William Li menggambarkan salmonellosis sebagai “penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enteritidis yang dapat mencemari telur yang diproses dengan cara yang tidak tepat”.

Gejala dari penyakit ini yakni, muntah-muntah, kram perut, diare, rasa tidak enak dan mengigil. Biasanya gejala ini timbul 72 jam setelah mengonsumsi makanan.

“Pada orang sehat, gejala ini reda setelah beberapa hari merasa tidak nyaman dan yang penting adalah tetap terhidrasi. Akan tetapi, pada anak yang masih kecil atau lanjut usia, atau orang dengan imun lemah, salmonellosis dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa dan memerulakan rawat inap serta antibiotik,” jelas William Li.

Janilyn Hutchings, pakar keamanan pangan dari StateFoodSafety menyarankan kepada orang-orang yang memiliki resiko tinggi, seperti wanita hamil, orang lanjut usia, ataupun anak-anak yang masih sangat muda untuk tidak mengonsumsi telur setengah matang.

Badan POM Amerika Serikat (FDA) menyebutkan telur yang terkontaminasi menyebabkan 142.000 kasus infeksi salmonella per tahun. Oleh karena itu, sebaiknya telur hanya dimakan saat benar-benar matang. Sebab panas yang digunakan untuk memasak telur dapat membunuh bakteri Salmonella yang ada di dalam telur.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...