Amankan Pilkada Papua Jadi Prioritas Awal Boy Sebagai Kapolda Papua
Kapolda Papua yang baru, Irjen Pol. Boy Rafi Amar/Foto: Zool WNN

Amankan Pilkada Papua Jadi Prioritas Awal Boy Sebagai Kapolda Papua

Jumat, 28 Apr 2017 | 13:57 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Irjen Pol. Boy Rafli Amar menyebut jabatan Kapolda Papua merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan institusi. Boy menegaskan akan bekerja optimal dan penuh tanggung jawab. Boy dirotasi Mabes Polri menjadi Kapolda Papua setelah menjabat Kadiv Humas Mabes Polri. Boy menggantikan Irjen Pol. Paulus Waterpauw yang menjabat Wakil Kepala Badan Intelejen dan Keamanan Polri (Wakabaintelkam).

"Saya mengartikan ini sebagai kepercayaan pimpinan atau institusi yang tentu harus saya jawab dengan bekerja sebaik-baiknya, melaksanakan tugas penuh amanah dan melaksanakan tugas kepolisian dengan optimal merujuk kepada seluruh program Polri, kebijakan pimpinan, kebijakan kapolri, program prioritas, dan tentumya berkaitan dengan tugas-tugas khusus dikaitkan dengan kondisi kedaerahan," ujar Boy di Jakarta, Jumat (28/04/2017).

Boy menyebutkan beberapa persoalan yang nantinya akan dihadapi saat dia menjabat sebagai Kapolda Papua. Salah satunya adalah pelaksanaan Pilkada yang harus ditangani oleh Polri.

"Pelaksanaan pemilukada yang belum tuntas. Nah ini nampaknya harus segera menjadi prioritas untuk tangani," sebutnya.

Dia berencana untuk memaksimalkan seluruh elemen yang ada di Papua. Hal ini dilakukan agar komunikasi dalam menyelesaikan suatu persoalan bisa berjalan dengan lancar.

"Saya melihat kita harus memaksimalkan unsur kerja sama kita dengan seluruh stakeholder, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, agar setiap penyelesaian masalah bisa dilakukan secara bersama dan tentunya yang terpenting adalah memilih solusi yang terbaik," tutur Boy.

Terakhir, Boy juga menegaskan kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Polri harus tampil sebagai penegak hukum yang bekerja profesional namun juga tetap humanis.

"Polri kehadirannya dirasakan oleh masyarakat sebagai pelindung, pengayom masyarakat yang di satu sisinya kita juga harus tampil sebagai aparat penegak hukum yang bertindak profesional, terukur, tegas namun juga tetap humanis artinya segala tindakan yang dilakukan prinsipnya harus akuntable, legitimate di mata masyarakat dan hukum," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...