Ambisi Bahrun untuk menjadi pemimpin ISIS di kawasan Asia Tenggara

Ambisi Bahrun untuk menjadi pemimpin ISIS di kawasan Asia Tenggara

Jumat, 15 Jan 2016 | 14:08 | kontributor
WinNetNews.com - Dalang teror bom di Thamrin, Jakarta Pusat yang diyakini bernama Bahrun Naim, disebut polisi terkait dengan militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pada November 2015 lalu, Bahrun mengatakan pendukung ISIS di Indonesia siap melakukan serangan.

Reuters berhasil berkomunikasi dengan Bahrun pada 24 November tahun lalu, usai serangan teror Paris yang terjadi pada 13 November. Saat itu, militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan di beberapa lokasi di Paris, yang merenggut lebih dari 100 nyawa.

Baca juga artikel: Bahrum Naim sang Peretas Piawai di Balik Teror Jakarta

Komunikasi dengan Bahrun ini dilakukan melalui layanan pesan sosial Telegram, berdasarkan informasi yang diberikan oleh salah satu kenalan Bahrun. Dalam komunikasi itu, Bahrun menyatakan ada lebih dari cukup pendukung ISIS yang bisa melakukan aksi di Indonesia.

"Tunggu saja pemicu yang tepat," ucap Bahrun saat itu, seperti dilansir Reuters, Jumat (15/1/2016).

 

Disebutkan Reuters, dalam komunikasi melalui Telegram itu, Bahrun juga berbicara soal banyak aktivitasnya. Dia menjelaskan bagaimana dirinya menikmati hidup di Suriah dan tidak memiliki rencana untuk pulang kembali ke Indonesia. Posisi Bahrun saat ini tidak diketahui pasti.

"Saya berpindah-pindah, tergantung ke mana para emir memerintahkan kami untuk pergi. Sungguh enak di Suriah. Ada listrik, akomodasi, air dan semuanya gratis. Layanan yang diberikan oleh mereka cukup bagus, lebih murah dari di Indonesia," tuturnya saat itu.

Baca juga artikel: Anak Jadi 'Senjata' Bahrun Naim Kelabui Imigrasi Bandara

Usai teror bom mengguncang Jakarta pada Kamis (14/1) pagi, Reuters mencoba untuk berkomunikasi dengan Bahrun kembali namun dia tidak bisa dihubungi.

Para pakar intelijen, seperti dilansir Reuters, menyebut usai komunikasi dengan Bahrun melalui layanan pesan Telegram itu, pihak intelijen mulai menyelidiki sejumlah percakapan di layanan pesan yang sama terkait kecurigaan serangan di Indonesia dalam waktu dekat. Diyakini seorang pejabat antiterorisme, ada sedikitnya 1.000 simpatisan ISIS di seluruh wilayah Indonesia.

Kapolda Metro Irjen Pol Tito Karnavian sebelumnya menyebut, Bahrun sudah cukup lama merencanakan serangan di Jakarta. Hal ini terkait ambisi Bahrun untuk menjadi pemimpin ISIS di kawasan Asia Tenggara dan rivalitas dengan kelompok serupa di Filipina.

(Dilansir dari situs Detik)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...