Amnesti Din Minimi Tak Seperti Membalik Tangan

Amnesti Din Minimi Tak Seperti Membalik Tangan

WinNetNews.com - Publik diharapkan bersabar menunggu pengampunan hukuman untuk Nurdin bin Ismail atau kelompok Din Minimi dan anak buahnya. Sebab proses amnesti membutuhkan proses.

"Tunggu saja, kan itu gak juga seperti membalik tangan. Kita pelajari, kan Presiden sudah mengatakan itu, kita tunggu saja," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (4/1/2015).

Luhut mengaku telah melaporkan rencana pemberian amnesti untuk Din dan anak buahnya. "Saya sudah lapor Presiden, kita tunggu saja beberapa waktu ke depan," terangnya.

Hari ini, Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo untuk mengurus proses pengampunan hukuman untuk Din dan anak buahnya.

Presiden Jokowi berjanji akan mengabulkan permintaan kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi soal pemberian amnesti. Presiden menyatakan siap memproses pengampunan hukuman untuk Din dan anak buahnya.

Proses tersebut, lanjut Presiden, harus melalui persetujuan DPR. Selain itu, proses hukum terhadap kelompok yang beranggotakan 120 orang ini akan dikaji lebih lanjut.

Kelompok Din Minimi bersedia turun gunung dan menyerahkan senjata setelah berunding dengan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso. Penyerahan senjata itu dilakukan di halaman rumah orang tua Din Minimi di Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Din Minimi setuju menyerahkan senjata setelah enam tuntutan mereka diakomodasi. Antara lain pemberian amnesti kepada anggotanya sebanyak 120 orang dan 30 orang yang sudah ditahan polisi. Mereka juga menuntut yatim piatu dan janda korban konflik disantuni.

disadur dari situs metrotvnews