Anak Suka Olahraga? Penuhi Kebutuhan Nutrisinya
ilustrasi

Anak Suka Olahraga? Penuhi Kebutuhan Nutrisinya

Rabu, 1 Jul 2020 | 09:27 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Seiring dengan bertambahnya aktivitas yang dilakukan sang anak, Ibu perlu menyesuaikan kebutuhan nutrisinya. Apalagi ketika si kecil mulai tertarik pada jenis olahraga tertentu atau sudah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah. Untuk itu, mari ketahui cara agar Ibu dapat tetap mendukung tumbuh kembang dengan memenuhi asupan nutrisi pada anak yang aktif bergerak.

Berapa banyak kebutuhan nutrisi untuk anak yang aktif dan suka olahraga?

Anak-anak yang punya kecenderungan menyukai olahraga, biasanya akan mulai melakukan aktivitas olahraga tambahan. Misalnya, mereka mengikuti ekstrakurikuler sepak bola atau meminta pada orangtua untuk les renang di luar sekolah.  

Namun, Ibu perlu tetap memprioritaskan tumbuh kembang yang baik dan proses belajar anak. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Sports Medicine menjelaskan, nutrisi seimbang dapat memastikan anak mendapat tenaga atau energi yang berhubungan dengan aktivitas itu sendiri dan proses pemulihan setelahnya.

Kebutuhan energi

Berdasarkan Angka Kebutuhan Gizi (AKG) 2019 yang diterbitkan oleh Kemenkes RI, anak dengan aktivitas normal dianjurkan untuk mendapat asupan energi per hari sebanyak:

  • 1-3 tahun: 1350 kilokalori
  • 4-6 tahun: 1400 kilokalori
  • 7-9 tahun: 1650 kilokalori
  • 10-12 tahun: 2000 kilokalori

Sedangkan, bagi anak aktif yang banyak beraktivitas atau senang dan sering melakukan olahraga dianjurkan mendapat asupan kalori lebih banyak, yaitu:

  • Laki-laki usia 6 tahun: 1800 kkal; 7 tahun: 1950 kkal; 8 tahun: 2100 kkal; 9 tahun: 2275 kkal; 10 tahun: 2475 kkal
  • Perempuan usia 6 tahun: 1650 kkal; 7 tahun: 1775 kkal; 8 tahun: 1950 kkal; 9 tahun: 2125 kkal; 10 tahun: 2300 kkal

Kebutuhan protein

Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dan memperbaiki otot. Seperti yang dikutip dari jurnal Sport Nutrition for Young Athletes, protein juga dapat membantu menjaga kadar glukosa dalam darah ketika tubuh anak mulai aktif melakukan latihan atau aktivitas yang berat seperti saat berolahraga.

Satu gram protein dapat diubah menjadi energi sebanyak empat kilo kalori. Oleh karena itu, pada setiap porsi makan pastikan setidaknya terdapat 10-30% protein dari jumlah asupan energi dan dapat mulai diterapkan dari usia empat tahun.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...