(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Anak Tanpa Gadget Apa Bisa?

Rusmanto
Rusmanto

Anak Tanpa Gadget Apa Bisa? ilustrasi

WinNetNews.com - Pada zaman sekarang tidak asing lagi melihat anak dibawah umur memegang  gadget dengan serius, menonton video dalam gadgetnya atau bermain aplikasi games yang  terdapat di gadgetnya. Membiasakan anak di usia dini menggunakan gadget dapat membuat  anak kecanduan dengan gadget. Tapi pada saat ini apakah bisa mengurangi penggunaan  gadget pada anak di usia dini?

Kini gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari, bukan hanya untuk orang  dewasa, tetapi banyak orang tua yang mengeluhkan banyak anak di bawah umur yang sudah kecanduan pada gadget. Gadget memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan manusia,  demikian pula terhadap anak-anak. Dikutip dari Viva menurut data analisis digital dari Groupe Speciale Mobile Association (GSMA) Intelligence, perangkat mobile seperti tablet,  smartphone, dan telepon mencapai 7,22 miliar unit. Angka itu berbeda tipis dengan  populasi manusia di bumi, sekitar 7,2 miliar.

Sebenarnya penggunaan gadget pada anak tidak semuanya menimbulkan dampak negatif bagi  anak, Disisi lain juga terdapat dampak postif dari penggunaan gadget untuk anak, tetapi anak lebih dominan pada dampak negatif yang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Pemahaman tentang pengaruh gadget sangat penting terutama bagi orang tua. Lalu bagaimana  cara membatasi penggunaan gadget pada anak?

Berikut adalah cara yang dapat dilakukan orang tua agar anak tidak kecanduan pada gadget:

  • Memberikan contoh yang baik kepada anak

    Orang tua haruslah menjadi contoh untuk anak – anaknya dengan cara tidak bermain gadget  didepan anak, letakan gadget, dan manfaatkan waktu bersama anak
  • Melarang anak secara tidak terang – terangan dan mengurangi secara bertahap

    Penghentian secara paksa hanya akan membuat anak memberontak, rewel, dan mudah emosi.  Coba dengan cara pemberian gadget secara bertahap, misalnya yang biasanya 6 jam sehari  menjadi 4 jam sehari selama seminggu, dan seterusnya, Jika anak sudah menerima  pembatasan waktu bisa diberi peraturan penggunaan gadget hanya di waktu senggang dan  tidak boleh lebih dari 1 jam.
  • Memilih konten sesuai usia anak

    Pada zaat ini sudah banyaknya bermunculan konten konten yang dikhususkan untuk anak – anak yang didalamnya terdapat nilai edukasi yang berguna untuk sang anak, tetapi orang  tua juga harus selalu mengawasi konten yang anak lihat dan tonton. Pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara. Artinya, jangan terlalu  banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak di usia dini.
  • Mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan

    Berikan kebebasan anak untuk dapat bermain dengan teman sebaya, agar anak tidak  kecanduan atau hanya melakukan aktivitas di depan gadget, dengan bermain dengan teman sebaya mendorong anak untuk bermain aktif. Manfaat anak bersosialisasi diluar juga akan memberikan tingkat kepercayaan diri sang anak.
  • Memberikan reward

    Pada awal usaha untuk membuat anak mengurangi penggunaan gadget adalah sebuah tantangan tersendiri untuk sang anak jadi jangan sungkan untuk memberikan hadiah kepada anak jika anak berhasil mengurangi frekuensi bermain gadgetnya.
  • Memberikan anak aktivitas menarik

    Sediakan alternative permain pengganti untuk anak, sehingga anak lebih menikmati aktivitas itu, daripada sekedar bermain gadget. Banyaknya aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak di bawah 5 tahun salah satunya adalah Sensory Play. Sensory play adalah permainan yang mendorong anak-anak untuk menggunakan satu indera atau lebih. Sensory play banyak memiliki manfaat salah satunya agar anak tidak kecanduan dengan gadget.
    Selain itu melatih perkembangan otak anak, meningkatkan bonding bersama orang tua saat itu ikatan batin antara orang tua dan anak terbangun, melatih perkembangan bahasa baik  motorik kasar halus, kognitif, kreatifitas, bersosialisasi, dan kecerdasan emosi.
    Sensory play untuk anak dapat dibuat dari bahan – bahan yang mudah ditemukan di lingkungan, seperti :
    • Rol rambut
    • Kacang – kacangan
    • Gelembung sabun
    • Botol plastik
    • Beras
    • Play dough buatan sendiri
    • Slime
    • Dll

 

 

Source :https://theimaginationtree.com/


Bagaimana mudah kan?, yukk selamat mencobaa..

 

 

Ditulis oleh Nadita Nur Rizkika

Mahasiswi LSPR Jakarta

 

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});