Anak Usaha Kalla Group 'Pulang Kampung', Sahamnya Stagnan Rp 590/Lembar

Rusmanto
Senin, 29 Juni 2015 09:21 WIB
Oleh Rusmanto pada Senin, 29 Juni 2015 09:21 WIB
Image Anak Usaha Kalla Group 'Pulang Kampung', Sahamnya Stagnan Rp 590/Lembar

Jakarta -PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) kembali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) setelah didepak alias delisting pada tahun 2006 lalu.

Di awal perdagangan, saham BUKK dibuka stagnan di angka Rp 590 per saham alias sama dengan harga penawaran saham pencatatan kembali (relisting) sebesar Rp 590 per saham.

Hingga menit kelima, saham Bukaka sepi peminat alias tidak ada transaksi. Anak usaha Kalla Group itu mencatatkan sebanyak 2.640.452.000 saham atau 100% dari saham Bukaka yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Direktur Utama Perseroan Irsal Kamarudin mengatakan, salah satu alasan utama perseroan melakukan pencatatan kembali atau relisting saham adalah momentum yang tepat untuk memperoleh opsi pendanaan untuk merealisasikan target jangka pendek, menengah, dan panjang.

"Pencatatan kembali atau relisting saham Bukaka di Bursa Efek Indonesia pagi ini akan tercatat sebagai tonggak sejarah bagi Bukaka. Saat ini adalah momentum yang tepat mengingat Bukaka bergerak dalam bisnis infrastruktur, sehingga Bukaka mengambil peluang dengan berperan aktif dalam membantu kebijakan dan program pemerintah," ujarnya saat pencatatan saham kembali di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengungkapkan, dengan kembalinya Bukaka ke Bursa Efek Indonesia, diharapkan transparansi bisa dikedepankan. Bukaka merupakan emiten kedelapan di tahun ini dan emiten ke-513.

"Tolong transparansi, investor ingin terbuka, kalau ada salah ngomong, investor kita pemaaf, Bukaka ini emiten kedelapan dan emiten 513, ini hoki kata orang Chinese. Moga-moga bisa meningkatkan transparansi, bisa jadi saham yang diidamkan investor, jadi alat investasi yang baik," terang dia.

Modal dasar perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini tercatat 10 miliar lembar saham atau Rp 3,38 triliun.

Jumlah saham tercatat 2.640.452.000 lembar saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh Rp 892.472.776.000. Kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,56 triliun. (detik.com)

Maknyoosnya Bakso Rudal kenyal-kenyal
58 Napi Teroris Nusakambangan Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.