Anak Petani Menjadi Gubernur BI

Oky
Oky

Anak Petani Menjadi Gubernur BI Sumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Mahkamah Agung (MA) melantik Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Agus Martowardojo yang habis masa jabatannya. Perry akan memimpin bank sentral Indonesia hingga lima tahun ke depan.

Pelantikan Gubernur BI dipimpin langsung Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali.

Hatta Ali membacakan surat Keputusan Presiden RI Nomor 70/P/Tahun 2018 tanggal 16 April 2018 bahwa Perry Warjiyo telah diangkat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perry pun mengucap sumpah jabatannya sebagai Gubernur BI.

"Saya bersumpah bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban tugas Gubernur Bank Indonesia dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab," kata Perry.

Perry bukanlah orang baru di lingkungan Bank Sentral. Perjalanan kariernya dimulai dari staf desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit pada 1992-1995. Kemudian menjadi staf Gubernur Bank Indonesia.

Perry juga pernah menjabat Kepala Biro Gubernur, Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan, serta Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial.

Kemudian, sejak 15 April 2013, Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Komisi XI DPR RI sepakat menyetujui Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI menggantikan Agus Martowardoyo setelah melalui tahapan fit and proper test pada akhir Maret lalu. Saat itu Perry sempat bercerita, ia bukanlah siapa-siapa, dirinya adalah orang desa yang berasal dari keluarga petani.

"Saya ini orang desa, dari keluarga petani. Lima tahun lalu saya duduk di sini menjalani fit and proper jadi Deputi Gubernur, setelah tiga kali tidak berhasil tapi kita belajar banyak dan kami berterima kasih kepada bapak-bapak (Anggota DPR)," ujar Perry.

Namun siapa sangka, pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah 59 tahun silam itu kini menduduki jabatan nomor satu di Bank Indonesia setelah berkecimpung selama 34 tahun di lembaganya itu.

Pada pelantikan kemarin beberapa tokoh dan pejabat negara turut hadir, di antaranya, mantan Gubernur BI Agus Martowardojo, Dewan Gubernur BI, Anggota Dewan Komisioner OJK, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Menteri BUMN Rini Soemarno.

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memiliki tugas tidak ringan. Pertama, adalah menstabilkan nilai tukar rupiah.

Tercatat, sejak awal tahun 2018 rupiah sudah melemah 4,62 persen. Bloomberg mencatat, rupiah bergerak variatif hari ini. Mata uang garuda sempat menyentuh level Rp 14.212 per dolar AS.

"Respon BI sebelumnya yang terlambat menyesuaikan bunga acuan harus disikapi oleh Gubernur BI yang baru," kata Bhima.

Jika pelemahan rupiah terus berlanjut, menurutnya Perry bisa membuka ruang kenaikan tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin. Kedua, menjaga inflasi tetap rendah dengan berbagai bauran kebijakan serta koordinasi lintas stakeholder. Salah satu caranya dengan memperkuat koordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID).

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucapkan selamat bertugas bagi Perry Warjiyo yang baru saja dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023. Sri Mulyani turut hadir langsung dalam pelantikan yang berlangsung di Gedung Mahkamah Agung.

Ia mengatakan Perry Warjiyo akan langsung menghadapi situasi ekonomi Indonesia yang tengah berjuang menuju kondisi normal terutama jika ditilik dari nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS.

"Saya sampaikan selamat bertugas kepada Pak Perry, saat dilantik Indonesia sedang memasuki suasana ekonomi menuju tingkat normal baru yang sekaligus menjadi tantangan awal beliau menjalankan tugas BI untuk menstabilkan ekonomi nasional," ucap Sri Mulyani. 

Apa Reaksi Kamu?