Anaknya Diamankan, Para Ortu Padati Polda Metro Jaya

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Anaknya Diamankan, Para Ortu Padati Polda Metro Jaya Para orang tua padati Polda Metro Jaya untuk menjemput anaknya yang diamankan pasca kerusuhan dalam sepekan terakhir. [Foto: CNN Indonesia]

Winnetnews.com - Pasca kerusuhan dalam sepekan terakhir yang dilakukan ratusan siswa Sekolah Teknik Menengah (STM) mendapat kecaman dan dukungan dari berbagai pihak. Pasalnya, banyak siswa STM yang terekam kedapatan melawan aparat kepolisian saat demonstrasi mahasiswa yang berujung ricuh.

Saat dikonfirmasi, pihak kepolisian mengaku telah mengamankan 519 pelajar dan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa (unras) di sekitar DPR/MPR, Senin (30/9). Dari jumlah tersebut, Polda Meto Jaya sudah mengantongi identitas berdasarkan keterangan ratusan pelajar dan mahasiswa itu.

Menguitp CNN Indonesia, diketahui sebanyak 163 orang diamankan Ditreskrimum Polda Metro, 70 orang diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Metro, serta 82 orang diamankan oleh Ditnarkoba. Kemudian, sebanyak 36 orang diamankan Polres Metro Jakarta Utara, 11 orang diamankan Polres Metro Jakarta Pusat, dan 157 orang diamankan di Polres Jakarta Barat.

Terkait dengan informasi tentang pelajar bayaran dalam aksi tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono masih enggan menjelaskannya. Ia menyebut pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pendataan.

"Sedang didata," ujarnya.

Tampak puluhan orang tua tampak menunggu di Gedung Sabhara Polda Metro Jaya untuk menjemput anaknya yang diamankan. Diketahui, untuk bisa menjemput anaknya, para orang tua mesti menyiapkan fotocopy KTP dan menandatangani surat pernyataan bermaterai.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (30/9). Ada mahasiswa, pelajar, hingga organ buruh dan aktivis.

Mereka menyuarakan penolakan RKUHP dan RUU lainnya yang dianggap bermasalah. Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu agar UU KPK yang baru batal digunakan.

Kericuhan diketahui terjadi kericuhan di beberapa titik. Aparat diketahui juga sudah berulang kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Apa Reaksi Kamu?