'Anda Bilang Metromini Banyak Yang Jelek, Tanya Gubernur ' Kata Menhub Johan Ignasius

'Anda Bilang Metromini Banyak Yang Jelek, Tanya Gubernur ' Kata Menhub Johan Ignasius

WinNetNews.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mempermasalahkan legalitas taksi Uber yang hingga saat ini tak mengantongi izin usaha di Indonesia. Sementara transportasi publik termasuk Metromini harus diuji kelayakannya demi keselamatan penumpang.

"Begini lho. Taksi itu harus terdaftar. Kendaraannya harus KIR segala macam," kata Jonan di sela-sela peninjauan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015).

Tentang keluhan warga dengan banyaknya transportasi umum yang belum layak, menurut Jonan, itu bukan kewenangan dirinya. Moda transportasi kota yang masih bobrok, berada di bawah wewenang Pemerintah Daerah.

"Kalau anda bilang, kendaraan publik banyak yang jelek, itu siapa yang nerbitin? Anda bilang Metromini banyak yang jelek, tanya gubernur kenapa kok KIR-nya banyak yang jelek. Kan itu di bawah gubernur bukan di saya," katanya.

Jonan menegaskan, ia tidak mempermasalahkan sistem online yang digunakan oleh Uber, Go-Jek, Grab Bike dan lain-lain. Untuk Uber, ia mempermasalahkan legalitas usahanya, sementara Go-Jek dkk, Jonan mempermasalahkan moda transportasi yang digunakan.

"Jadi bukan masalah online-nya. Ini kok online jadi kayak kitab suci baru. Wong saya nerapkan online (dengan pelanggan) 1 juta per hari (untuk kereta api) nggak ada yang ribut dari dulu," ujar mantan Dirut PT KAI itu.

Jonan mengatakan, seharusnya pengelola Go-Jek, Uber dkk mengajukan izin ke Kemenhub terlebih dahulu. Meskipun mereka mengaku sebagai penjual jasa online, namun jasa yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah transportasi yang mana pengelolaannya di bawah Kemenhub.

"Kalau enggak, sekarang perusahaan transportasi yang sudah ada gimana? Mau dibubarin semua, gitu?" imbuhnya.