Anda Juga Bingung soal Unicorn? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Daniel
Daniel

Anda Juga Bingung soal Unicorn? Simak Penjelasannya Berikut Ini Istimewa

Winnetnews.com - Semalam debat capres ronde kedua telah dilangsungkan. Sama seperti debat pertama, ada beberapa momen yang menarik perhatian masyarakat. Salah satu yang paling menghebohkan adalah ketika membahas soal istilah unicorn.

Pada sesi tanya-jawab antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, capres nomor urut 01 melontarkan pertanyaan mengenai bagaimana cara capres nomor urut 02 untuk mendukung pengembangan unicorn yang ada di Indonesia.

Prabowo saat itu sempat terlihat bingung dengan memastikan kembali arti atau maksud dari istilah unicorn tersebut. Namun, apakah sebenarnya pengertian dari unicorn tersebut? Baru-baru ini istilah unicorn memang semakin sering disebut.

Menurut berbagai lembaga riset internasional pengertian dari istilah unicorn adalah sebuah perusahaan start up yang memiliki valuasi nilai hingga USD1 miliar. Valuasi nilai start up ini berkaitan dengan nilai ekonomi dari bisnis yang dilakukan sebuah start up. Di Indonesia sendiri sudah ada empat perusahaan start up yang menyandang status sebagai unicorn.

Empat perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan transportasi online Go-Jek, E-commerce Tokopedia dan Bukalapak, serta perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel Traveloka.

Menurut data yang dilansir dari CNBC Indonesia, Go-Jek memiliki nilai yang mencapai USD10 miliar, lalu Tokopedia dengan nilai USD5,9 miliar, Traveloka dengan nilai USD500 juta, dan Bukalapak yang memiliki nilai USD200 juta.

Selain unicorn, adapula istilah Deacorn dan Hectocorn. Jika unicorn adalah startup yang memiliki valuasi nilai USD1 miliar, maka deacorn adalah startup yang memiliki valuasi nilai USD10 miliar, sementara hectocorn disematkan untuk startup yang memiliki valuasi nilai USD100 miliar.

Di Asia Tenggara sendiri ada 10 perusahaan yang masuk kategori unicorn, empat di antaranya berasal dari Indonesia. Sementara secara keseluruhan, sudah ada 300 start up yang berstatus sebagai unicorn di seluruh dunia.

Apa Reaksi Kamu?