Andhika Surachman, Pemilik First Travel Akan Berangkatkan Umroh Para Korbannya

 Andhika Surachman, Pemilik First Travel Akan Berangkatkan Umroh Para Korbannya Foto:Istimewa

WinNetNews.com-  Kabar terbaru datang dari kasus First Travel. Dikutip dari berbagai sumber yang ada, Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel Andhika Surachman berjanji akan memberangkatkan calon jemaah umroh yang sudah menjadi korban penipuannya.

Hal ini dikatakan Andhika saat menghadiri rapat dengan kreditur terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) First Travel di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut Andhika dirinya akan dibantu para sahabat dan para vendor untuk memberangkatkan umrah para calon jemaah. Hanya saja, ia enggan membeberkan sahabat yang dimaksudkan olehnya dalam membantu memberangkatkan puluhan ribu calon jemaah umroh itu.

"Setelah dilaksanakannya homologasi atau perdamaian, maka saya dan istri beserta sahabat-sahabat saya para vendor dan tim kuasa hukum saya akan mulai mempersiapkan keberangkatan dari Bapak dan Ibu sekalian," kata Andhika di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa 5 Desember 2017.

Tidak hanya itu saja, Andhika juga menyampaikan permohonan maaf kepada calon jemaah First Travel yang sudah dijanjikan bakal diberangkatkan. Apalagi, hingga kini dia bersama dengan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan belum bisa memenuhi permintaan ganti rugi para korban.

"Dalam kesempatan ini saya memohon dengan kesungguhan hati agar sekiranya dapat dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, dikarenakan tertundanya keberangkatan Bapak dan Ibu para kreditur perusahaan First Travel," tambah Andhika.

Seperti yang kita ketahui, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang puluhan ribu calon jamaah umroh First Travel. Ketiganya adalah pemilik dan pengelola biro perjalanan umrah bermasalah tersebut.

Dalam perjalanan kasus ini, penyidik menyita sejumlah aset milik ketiga tersangka. Mulai dari rumah mewah, kendaraan pribadi, sampai pakaian dan perhiasan serta barang berharga lainnya.