Andre Hehanusa Kurang Bayar di Tempat Karaoke, Malah Tembak Warga

Andre Hehanusa Kurang Bayar di Tempat Karaoke, Malah Tembak Warga

WinNetNews.com-Oknum aparat Kepolisian unit Brigade Mobile (Brimob) menembak warga di sebuah tempat karaoke di Bekasi, Jawa Barat, Jumat dini hari. Korban mengalami luka dibagian kakinya.

Oknum Brimob itu bernama Andre Hehanusa, berpangkat brigadir polisi. Dia bertugas di Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Korbannya adalah Ade Dermawan (35 tahun), warga Pandeglang, Banten. Dia telah dirawat di Rumah Sakit Mitra Cibubur dan dikabarkan membaik.Peristiwa penembakan tersebut terjadi di tempat karaoke Kara di Ruko Time Square, Jalan Raya Alternatif Cibubur, Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi. Awalnya, dia dengan dua temannya datang ke tempat karaoke itu pada Kamis tengah malam. Dia sedari awal telah menanyakan tarif hiburan karaoke itu. Tarifnya Rp500 ribu per ruang per jam. Dia bayar Rp2,5 juta di muka, yang diperkirakan untuk sekian jam berkaraoke ditambahkan makanan dan minuman. Namun, ternyata Andre dan teman-temannya menikmati hiburan itu lebihi dari uang yang dibayarkan di muka, sebab mereka keluar tempat karaokenya pukul satu dini hari pada hari Jumat. Total yang ditagihkan kepadanya Rp3,6 juta.

Andre, yang mengaku aparat Brimob, sudah meminta keringanan, atau semacam diskon atas tagihan itu pada kasir. Petugas kasir menyanggupi dan minta Andre cukup bayar Rp3 juta saja, yang berarti dia harus menambah Rp500 ribu untuk kekurangannya.

Dia sempat pamit pergi k ATM untuk menarik uang tunai. Namun, dia kembali tak membawa uang dan malah hardik petugas kasir: “Jangan membangunkan macan tidur.”Andre, lalu mengeluarkan senjata api organiknya berjenis revolver. Pistol itu sempat jatuh lalu dia memungutnya lagi dan meletuskan sekali tembakan ke arah bawah belakang. Tembakan itu kena kaki korban yang ada di belakang pelaku.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi, Komisaris Besar Polisi Heri Sumarji, menepis bahwa pelaku mabuk saat itu. “Buktinya, dia masih bisa menembak,” ucapnya dikonfirmasi wartawan pada Sabtu 7 Mei 2016. Heri pastikan kasus itu diproses hukum. Aksi penembakan itu masih diselidiki dengan memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Pelaku pun sudah diserahkan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Brimob Mabes Polri di Depok untuk proses hukum atas dugaan pelanggaran disiplin."Kita masih kumpulkan saksi-saksi. Saat ini, baru dua saksi yang diperiksa, sedangkan korban masih dirawat di rumah sakit. Dia pun belum kami periksa," tandas Heri.

Sumber:viva.co.id

Foto: http://muinebayresort.com/