Anggaran Proyek Kereta Cepat Membengkak, Ibas: Jangan Sampai Mangkrak
Politisi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono

Anggaran Proyek Kereta Cepat Membengkak, Ibas: Jangan Sampai Mangkrak

Senin, 11 Okt 2021 | 13:35 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Politisi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menyoroti kabar membengkaknya anggaran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Kenaikan anggaran dalam proyek tersebut mencapai USD 1,9 miliar atau setara Rp 27,09 triliun.

Ibas menilai sebaiknya dilakukan audit dan review menyeluruh dalam proyek tersebut. Hal itu, lanjutnya, diperlukan agar tidak terjadi penyalahgunaan investasi. Ibas juga mengingatkan pentingnya perhitungan cost dan benefit untuk BUMN. Ia beharap program ini tidak berakhir dalam pembiayaan hingga berakhir mangkrak.

Sebelumnya, Ibas dalam Rapat Panja (Panita Kerja) di DPR (13/9) juga sudah sempat menyinggung soal permasalahan kereta cepat dan berbagai proyek besar lainnya. Ia mendorong pemerintah untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Ibas menilai ada banyak proyek yang tengah berjalan namun tidak jelas selesainya.

“Jujur, kita ini ingin ‘gunting pita presiden’ ini terus berlanjut. Apalagi kalau pita-pita yang digunting itu merupakan program prioritas. Ya, tidak hanya Jembatan Merah Putih di Ambon. Kalau bisa itu kereta cepat juga selesai. Saya pernah menengok langsung bersama Komisi VI. Meski proyek kereta cepat ini menuai pro dan kontra, saya yakin rakyat akan senang jika selesai. Atau Trans Sumatra misalkan yang sudah banyak dibahas. Saya juga bermimpi, mewakili Dapil VII Jatim, proyek Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur itu bisa selesai. Hingga saat ini pembiayaan untuk JLS saja belum jelas,” paparnya.

Dalam rapat itu, Ibas juga meminta pemerintah untuk tidak melupakan proyeksi jangka panjang. Menurutnya, ekspansi fiskal memang diperlukan untuk pemulihan ekonomi, tetapi tetap harus memperhitungkan jangka panjang yang berkesinambungan..

“Di satu sisi, ekspansi fiskal diperlukan untuk penanggulangan COVID-19. Supaya pemulihan ekonomi dan pelaksanaan jaminan sosial dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Tapi terkadang apa kita ini harus agresif dengan tidak memperlihatkan beberapa hal lain? Agresif boleh, tapi harus masuk akal. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Ingat, kita perlu kesinambungan fiskal antargenerasi,” tegasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...