Anggota Dewan Terkekeh-kekeh Karena Taman Maju Bersama Anies
Sumber foto : Istimewa

Anggota Dewan Terkekeh-kekeh Karena Taman Maju Bersama Anies

Kamis, 5 Apr 2018 | 01:19 | Oky

Pembahasan rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) di DPRD DKI Jakarta bermuara pada pembahasan soal Taman Maju Bersama.

Miripnya konsep taman yang diusung oleh Gubernur Anies Baswedan dengan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, membuat anggota dewan tergelitik untuk bertanya perbedaannya.

"Bisa Bapak jelaskan beda antara Taman Maju Bersama dengan RPTRA?" tanya Anggota Komisi D dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Manuara Siahaan, kepada Kepala Dinas Kehutanan DKI, Djafar Muchlisin, di Ruang Rapat Komisi D, DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/4).

Djafar kemudian menjelaskan, "Dari sisi sasaran, RPTRA terlihat bahwa itu ruang terbuka khusus untuk anak-anak. Tetapi kalau Taman Pintar, Taman Maju Bersama itu untuk semua kalangan. Semua usia."

Tidak berhenti di situ, Djafar menjelaskan ada perbedaan 'perlakuan' terhadap masyarakat dalam konsep Taman Maju Bersama.

"Taman Maju Bersama ini bahwa masyarakat berbagai unsur terlibat di dalamnya. Kegiatan-kegiatan ekonomi...," tutur Djafar.

Belum selesai Djafar menjelaskan, Manuara malah menyela.

"Sebentar, Pak. Bapak membedakan berdasarkan terminologi 'anak'. Faktanya, RPTRA itu bukan hanya anak, ibunya ikut juga. Salah bapak membedakan itu. Tidak prinsip. Tidak mendasar," ujarnya.

Djafar lagi-lagi menjawab, bahwa di Taman Maju Bersama, akan ada kegiatan lain seperti belajar mengajar. Manuara pun melanjutkan,

"RPTRA sekarang juga dilengkapi perpustakaan, bisa belajar juga. Apa bedanya?"

Sejumlah anggota dewan pun mulai terkikik. Djafar tidak mengelak, lalu menjawab,

" Ya, betul prinsip, Pak. Penyebutan saja yang membedakan di dalamnya," ucap Djafar.

"Berarti hanya istilah, ya? Hahaha," sambung Manuara diiringi tawa satu ruangan.

Tak ketinggalan, Anggota Komisi D dari Fraksi NasDem, Bestari Barus pun ikut menimpali. Menurut dia, penggunaan istilah Taman Maju Bersama tak ubahnya seperti penggunaan istilah SMA, SMU, atau SLTA. Serupa, tapi tak sama.

"Itu perbedaannya antara saya dulu sekolah SMA. Ponakan saya SMU, anaknya kakak saya menjadi SLTA, Samalah isinya anak sekolah semua," kata Bestari.

Lagi-lagi, gelak tawa terdengar di seisi ruangan. Djafar pun hanya tertawa mendengar perkataan Bestari itu.

Istilah Taman Maju Bersama mengemuka pada pidato jawaban Anies di Rapat Paripurna, Selasa (3/4) lalu.

Anies menjanjikan akan menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Ibukota. Taman Maju Bersama dan Taman Pintar merupakan wujud dari RTH itu.

Ditanyai perbedaan Taman Maju Bersama dengan RPTRA yang digagas Ahok, jawaban Anies bernada sama dengan jawabannya ketika ditanyai alasan membuka pagar pembatas taman di kawasan Monas.

"Sebenarnya kita menginginkan agar semua yang disebut taman, itu orientasinya park bukan garden. Jadi, harapannya bisa meningkatkan interaksi dengan warga," kata Anies. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...