Anggota DPR Cekcok dengan ABK, Berakhir Damai

Anggota DPR Cekcok dengan ABK, Berakhir Damai

WinNetNews.com - Percekcokan Anggota DPR Arif Wibowo dengan seorang ABK KM Nusa Makmur di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, berakhir damai. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR juga tak akan memperkarakan masalah tersebut.

"Belum ada laporan MKD. Kalau ada laporan, kita lihat dulu masalahnya. Kan ada sebab dan akibat. Kalau tadi dibilang kasusnya sudah damai, ya sudah. Ya namanya juga peristiwa yang tidak dikehendaki," ujar Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa (26/7/2016).Dasco mengatakan MKD tidak akan menindaklanjuti perkara yang terjadi pada Sabtu (26/7/2016). MKD pun tak akan meminta klarifikasi dari Arif maupun ABK yang terlibat percekcokan itu."Kalau memang ada kejadian dan sudah damai, ya nggak perlu (diklarifikasi)," ucapDasco."Kecuali kalau ada laporan dari yang dirugikan. Tapi katanya kan sudah damai. Ya udah dong. Closed aja," jelas politisi Gerindra itu.Hal senada disampaikan Anggota MKD Maman Imanulhaq. Ia mengatakan klarifikasi baru bakal dilakukan jika ada laporan ataupun desakan dari masyarakat."MKD harus untuk memberikan perlindungan bagi anggota. Kalau seperti ini langsung closed jadinya, apalagi kalau itu benar Mas Arif sudah melakukan upaya perdamaian," terang Maman saat dihubungi terpisah."Closed. Tidak akan klarifikasi. Karena nggak ada laporan, atau ada desakan publik. Kita lihat memang nggak jelas," lanjutnya.

Maman juga mengaku bersyukur perkara tersebut langsung diselesaikan dengan perdamaian. Ia mengapresiasi Arif dan juga pihak yang telah mengupload video percekcokan tersebut. Menurut dia, hal tersebut adalah bagian dari pengawasan terhadap DPR."Perdamaian kita bersyukur. Kita imbau wakil rakyat untuk tetap mengedepankan kesantunan. Apa yang dilakukan mas Arif kita apresiasi karena langsung upayakan perdamaian dan tnggung jawab," ungkap Aman.

"Yang menarik kita apresiasi adalah yang upload video, itu melakukan pengawasan terhadap wakil rakyat. Sehingga ada kesadaran dari kami untuk memperbaiki kinerja dan perilaku agar tidak melanggar etika," tandas politisi PKB itu.