Anggota Komisi X Usul Ada UU Perlindungan Guru

Anggota Komisi X Usul Ada UU Perlindungan Guru

Jumat, 12 Agt 2016 | 06:22 | Rusmanto
WinNetNews.com - Pemukulan Guru SMKN 2, Dasrul (53) oleh siswa dan orangtuanya menyisakan kegetiran bagi wakil rakyat. Anggota Komisi X DPR, Jefri Riwu Kore mengusulkan dibuatnya undang-undang untuk melindungi guru.

"Kita menyesali apa yang terjadi, guru-guru yang sudah berjuang untuk kita tapi mendapat perlakuan seperti itu," ungkap Jefri, Kamis (11/8/2016) malam.

Pemukulan Dasrul oleh Adnan Putra berawal dari sang anak, AS yang ditampar oleh Dasrul karena berkata kasar setelah diperingati akibat tak mengerjakan PR. Dasrul mengalami cedera di hidungnya dan hingga kini masih dirawat di RS Bhayangkara Makassar.

"Kita kadang berlindung pada hak asasi anak, tapi membangun anak perlu ada pengembangan karakter yang baik. Kita kan tidak mau anak-anak jadi tidak disiplin," urai Jefri.

Politisi Partai Demokrat ini juga setuju bahwa dalam mendidik anak di sekolah, guru tidak boleh ringan tangan. Apalagi sampai cedera. Namun Jefri mendukung pendisiplinan siswa selama tidak dengan kekerasan.

Kasus antara siswa atau orangtuanya dengan guru yang menghebohkan bukan baru pertama ini terjadi. Sebelumnya di Sidoarjo, seorang guru ditetapkan sebagai tersangka karena mencubit siswanya. Guru SMP Raden Rahmad Balongbendo Sidoarjo, M Samhudi dilaporkan oleh orang tua siswa tersebut atas tuduhan penganiyaan.

Kasus-kasus seperti ini menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan terutama guru. Termasuk Komisi X yang membidangi pendidikan.

"Perlu ada UU perlindungan guru. Ini penting. Konsepnya guru diberi hak untuk mendisiplinkan anak tapi diatur juga agar tidak boleh mencederai anak," jelas Jefri.

Jefri menyatakan fraksinya mendukung usulan soal UU Perlindungan Guru. Dengan adanya aturan ini, nantinya akan ada pakem jika ada masalah yang melibatkan antara guru dengan siswa, serta guru dengan orang tua atau wali murid.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...