Anies Disebut Lucu Gara-gara Hotel Alexis
Sumber : Istimewa

Anies Disebut Lucu Gara-gara Hotel Alexis

Minggu, 25 Mar 2018 | 15:17 | Oky

Winnetnews.com - Anggota DPRD fraksi PDIP, Gembong Warsono merasakan kejanggalan terkait dengan bocornya informasi rencana penutupan Alexis, Kamis (22/3/2018).

Gembong menjelaskan bahwa seharusnya Satpol PP bekerja melalui alur yakni atas perintah dari SKPD terkait.

"Jadi kalau kita bicara mekanisme alur kerja sebetulnya satpol pp itu bisa melaksanakan penutupan atau penyegelan apabila ada permintaan dari SKPD.

Jadi ketika bicara Alexis itu berarti yang harus melakukan perintah kepada Pak Yani adalah dinas terkait gitu loh, Dinas Pariwisata," ujar Gembong lewat sambungan telepon, Jumat (23/3/2018).

Wakil Ketua DPD PDIP ini menduga Gubernur DKI Jakarta tidak mengetahui bahwa dirinya sudah menandatangi surat tersebut.

"Jangan-jangan Pak Anies enggak tau (sudah) tanda tangan. Enggak mungkin Pak Yani jalan sendiri tanpa ada perintah, enggak mungkin. Karena prosedurnya memang demikian," ujarnya.

"Lah kalau sampai hari ini kemudian sudah dilakukan aksi di lapangan kemudian Gubernur tidak tahu ya agak lucu juga," sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dituding membuat Pergub 18/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata hanya untuk menutup Alexis.

Menanggapi hal tersebut, Anies merasa semua orang bebas mengintepretasikan segala kebijakan pemerintah, termasuk kebijakannya.

"Orang boleh berinterpretasi saya tak bisa melarang. Sama seperti saya tidak bisa larang, negara pemerintah tidak bisa atur pikiran orang. Enggak bisa jadi kalau ada orang menginterpretasi itu hak mereka, siapapun saya enggak boleh larang orang menginterpretasikan," ujarnya di Balai Kota, Jumat (23/3/2018).

Wakil Ketua DPRD fraksi PPP, Abraham Lunggana, mengungkapkan wajar apabila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kecewa terkait rencana penutupan Alexis yang tersebar.

"Ini kan wajar saja pemimpin seperti Anies itu merasa kecewa dengan kejadian ini. Giat itu kan sifatnya masih rahasia sebenarnya, banyak pertimbangannya," ujarnya lewat sambungan telepon, Jumat (24/3/2018).

Politisi yang sering dipanggil Haji Lulung ini yakin adanya oknum-oknum, bisa pejabat maupun staf, yang dengan sengaja menyebarkan rencana penutupan Alexis tersebut.

"Ini artinya sudah bocor, oknum-oknum yang memang sengaja menyebarluaskan giat dari pada pemerintah daerah tentang penutupan ini karena saat ini dilakukan Satpol PP berati Satpol PP ada oknum yang tidak benar," tuturnya.

Dirinya menegaskan bahwa kasus bocornya informasi tersebut harus ditindak secara tegas dan dicari oknumnya.

"Harus (diperiksa) dong. Mau pemeriksaannya terintegrasi dan dibantu kepolisian," ujar Lulung.

"Himbauan saya jangan samapai terulang lagi kayak gini," katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...