Antara Golkar Ical, Golkar Agung, dan Golkar Baru

Antara Golkar Ical, Golkar Agung, dan Golkar Baru

Jakarta, wingamers (15/9) - perpecahan suara ditubuh partai lambang beringin sudah berangsur secara turun menurun sejak era reformasi. Golkar resmi terpecah belah setelah Agung Laksono dan sejumlah elite Golkar lain seperti Priyo Budi Santoso, Yorrys Raweyai, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainuddin Amali dan kawan kawan menggelar Munas Golkar tandingan di Ancol, pasca kemenangan Aburizal Bakrie di Munas Bali.

Setelah terpilih jadi Ketum Golkar hasil Munas Ancol itu, Agung Laksono langsung menyatakan dukungan ke pemerintahan Jokowi-JK. Tak lama kemudian mereka mengantongi SK Menkum HAM, belakangan Agung juga mengantongi keputusan PT TUN yang membatalkan gugatan Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical).Namun demikian kubu Aburizal Bakrie tak tinggal diam. Ical terus menempuh jalur hukum baik melalui jalur peradilan umum maupun administrasi. Sampai kini proses dua kubu yang saling menggugat belum juga kelar.

Hingga saat ini perpecahan di tubuh golkar sudah menjalar ke berbagai daerah. Ditambah lagi situasi menjadi semakin sulit saat Golkar menghadapi ancaman terbesar yakni berpotensi gigit jari tak ikut pilkada serentak.

Upaya islah parsial untuk mengikuti pilkada yang digalakkan JK jadi angin segar bagi sejumlah elite Golkar yang jengah dengan situasi perpecahan yang mengancam kehancuran partai beringin. Mereka pun mulai mendorong agar ada islah permanen dan tak ada lagi Golkar Ical dan Agung Laksono. Sejumlah elite Golkar di kedua kubu kini mulai mempersiapkan munaslub untuk melahirkan Golkar baru. Munaslub tersebut rencananya akan diadakan pada bulan Oktober 2015. Beberapa kader partai berlambang pohon beringin optimis bahwa perwakilan daerah Golkar bakal mendukung upaya islah permanen Golkar ini.

Meskipun demikian, belum bisa dipastikan apakah kubu Ical dan Agung akan menerima islah permanen tersebut. Jika masih bertentangan dengan ke dua belah pihak maka upaya tersebut tentu akan menjadi persoalan baru di tubuh partai golkar.