Antara HIV & AIDS, Apa bedanya?

Oky
Oky

Antara HIV & AIDS, Apa bedanya? Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Sering kali HIV/AIDS tertulis dan disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. Jika anda terinfeksi HIV, anda akan dikatakan sebagai HIV positif.

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Menurut para ahli Nur Farida mengemukakan “Definisi HIV AIDS yakni sebagai penyakit global yang sedang diupayakan pemecahannya oleh berbagai lembaga kesehatan dan penelitian di dunia.”

Menurut para ahli Nursalam mengemukakan ”Definisi HIV AIDS menurut para ahli oleh seseorang bernama Nursalam, ia mengemukakan bahwa AIDS merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan karena belum bisa ditemukan obat yang dapat memulihkannya hingga saat ini.”

HIV hanya dapat di tularkan melalui:

  1. Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  2. Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
  3. Tindik atau tattoo yang tidak steril.
  4. Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
  5. Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah dan produk darah termasuk aman.

HIV tidak dapat tertular melalui:

  1. Batuk
  2. Bersin
  3. Meludah
  4. Berciuman
  5. Menangis (air mata)
  6. Alat-alat makan dan piring
  7. Seprei dan sarung bantal
  8. Toilet dan kamar mandi
  9. Melalui kontak sosial biasa.
  10. Serangga, seperti nyamuk, dan lain sebagainya.

Stigma orang yang hidup dengan HIV / AIDS adalah aspek yang mengganggu program pencegahan infeksi HIV / AIDS. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meluasnya stigma orang yang hidup dengan HIV / AIDS terkait dengan pengetahuan tentang metode infeksi HIV / AIDS. Salah satu metode paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV / AIDS adalah pendidikan di sekolah. Penelitian ini dilakukan di Kotamadya Surakarta dimana pengetahuan tentang HIV / AIDS dan keberadaan stigma orang yang hidup dengan AIDS di kalangan remaja usia sekolah tidak pernah diamati.

Bagaimana HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia?

HIV adalah virus. Virus adalah kuman kecil yang dapat masuk kedalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Virus-virus ditularkan dari orang kepada orang lain melalui cara yang berbeda-beda dan menyebabkan berbagai macam jenis penyakit. Misalnya, flu menyebar melalui udara, herpes melalui kontak fisik dan polio melalui minum air yang terkontaminasi. Namun, HIV hanya ditularkan ketika cairan tubuh dari seseorang yang hidup dengan HIV memasuki aliran darah orang lain.

Sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh adalah sistem pertahanan alami tubuh Anda. Sistim kekebalan tubuh ini akan melindungi tubuh Anda terhadap infeksi dan penyakit. Sistim ini terdiri dari banyak sel yang berbeda yang bekerja sama untuk menemukan dan menghancurkan virus, bakteri dan kuman lain yang menyebabkan infeksi dan penyakit. Sel darah putih (atau disebut CD4 T-sel) adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang penting yang membantu mengkoordinasikan sistem kekebalan tubuh Anda.

Apa yang dilakukan HIV

HIV menyerang sel sistem kekebalan tubuh. Secara khusus, menginfeksi dan menggunakan sel CD4 sebagai 'pabrik' untuk mereproduksi dan menghancurkan sel-sel CD4 yang sedang berproses. Semakin hancur sel CD4, akan semakin lemah sistim kekebalan tubuhnya. Jika sistem kekebalan tubuh semakin melemah, risiko mengembangkan infeksi dan penyakit menjadi lebih besar. Seiring berjalannya waktu, dan tanpa pengobatan, jumlah sel CD4 dapat menjadi begitu sangat rendah dan dapat menyebabkan seseorang mengembangkan AIDS.

Respon tubuh anda

Untuk melawan HIV, tubuh Anda akan memproduksi antibodi. Namun, antibodi tidak dapat bersaing dengan jumlah virus yang direproduksi. Melakukan perawatan akan membantu tubuh Anda melawan virus secara efektif.

Siklus Hidup HIV

  1. HIV di dalam aliran darah.
  2. Virus mencantelkan diri dan memasuki sel CD4-T
  3. Virus melepaskan informasi keturunannya ke dalam sel.
  4. Melalui sebuah proses yang unik informasi tersebut menjadi bagian dari sel CD4-T
  5. Sel CD4-T ini sudah terinfeksi HIV selama-lamanya
  6. Virusnya mulai mengkopikan diri
  7. Akhirnya sel-sel ini meledak. Ribuan virus baru dilepas ke dalam aliran darah. Virus baru ini akan menginfeksikan sel CD4-T.

Apa dampak-dampak negatif HIV/AIDS bagi kehidupan?

Dampak Negatif HIV/AIDS adalah:

  1. Tingkat kematian semakin tinggi karena AIDS ini merupakan penyakit yang mudah menular dengan perantaraan virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia.
  2. Di kalangan remaja, tingkat penerus bangsa semakin sedikit karena sebagian besar masyarakat yang terinfeksi penyakit ini adalah remaja. Kurangnya jumlah remaja akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan ekonomi, politik dan aspek lainnya yang  berhubungan dengan kelangsungan hidup suatu Negara.
  3. Bagi sebagian masyarakat yang terbebas dari penyakit ini menjadi paranoid dan hidup dengan tidak nyaman terhadap sekitarnya karena mereka merasa tidak aman dan takut terkena  penyakit ini pula.
  4. Jumlah pengeluaran dan anggaran pemerintah semajin besar karena mereka ingin melakukan segala upaya agar masyarakatnya dapat terbebas dari penyakit ini dan jika pemerintah terus terpaku terhadap masalah pemberantasan penyakit HIV/AIDS kemungkinan besar  penyelesaian untuk masalah lainnya akan terbengkalai.

Dampak HIV/AIDS Terhadap Kehidupan

Salah satu efek jangka panjang endemi HIV dan AIDS yang telah meluas seperti yang telah terjadi di Papua adalah dampaknya pada indikator demografi. Karena tingginya proporsi kelompok umur yang lebih muda terkena penyakit yang membahayakan ini, dapat diperkirakan nantinya akan menurunkan angka harapan hidup. Karena semakin banyak orang yang diperkirakan hidup dalam  jangka waktu yang lebih pendek, kontribusi yang diharapkan dari mereka pada ekonomi nasional dan  perkembangan sosial menjadi semakin kecil dan kurang dapat diandalkan. Hal ini menjadi masalah yang penting karena hilangnya individu yang terlatih dalam jumlah besar tidak akan mudah dapat digantikan.

Seputar AIDS dan situasi terkini

Penyakit HIV/AIDS merupakan suatu penyakit yang terus berkembang dan menjadi masalah global yang melanda dunia. Menurut data WHO (World Health Organization) tahun 2012, penemuan kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di dunia pada tahun 2012 mencapai 2,3 juta kasus, dimana sebanyak 1,6 juta penderita meninggal karena AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan 210.000 penderita berusia di bawah 15 tahun (WHO, 2012).

Berdasarkan data Ditjen P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan), statistik kasus HIV/AIDS yang dilaporkan dari tahun 2011-2012 mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2011 kasus baru HIV sebesar 21.031 kasus, kemudian meningkat menjadi 21.511 kasus pada tahun 2012. Begitu juga dengan AIDS dari tahun 2011 sebanyak 37.201 kasus, meningkat menjadi 42.887 kasus pada tahun 2012. Proporsi faktorrisiko penderita HIV/AIDS melalui hubungan heteroseksual merupakan cara penularan dengan persentase tertinggi sebesar 77,75%, diikuti oleh penasun atau injecting drug user (IDU) sebesar 9,16% dan dari ibu ke anak sebesar 3,76% (Kemenkes RI,  2012).

HIV/AIDS merupakan penyakit infeksi yang sangat berbahaya karena tidak saja membawa dampak buruk bagi kesehatan manusia namun juga pada negara secara keseluruhan.

HIV/AIDS (Oktober-Desember) Tahun 2017:

  1. HIV
    Tercatat dari bulan Oktober 2017 sampai dengan Desember 2017 jumlah orang yang terkena infeksi HIV dilaporkan sebanyak 14.640 orang. Persentase infeksi HIV tertinggi di laporkan pada kelompok umur 25-49 tahun (69,2%) diikuti kelompok dengan umur 20-24 tahun (16,7%), dan kelompok umur > 50 tahun (7,6%). Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Persentase faktor risiko penularan HIV tertinggi pada bulan Oktober-Desember 2017 adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (22%), homoseksual (21%), dan penggunaan alat suntik tidak steril pada penasun (2%).
  2. AIDS
    Tercatat dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2017 jumlah orang yang terkena penyakit AIDS dilaporkan sebanyak 4.725 orang. Persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (35,2%), diikuti dengan kelompok umur 20-29 tahun (29,5%) dan kelompok umur 40-49 tahun (17,7%). Rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Persentase faktor resiko tertinggi adalah hubungan sex beresiko pada heteroseksual (71%), homoseksual ( 20%), perinatal (3%), dan IDU (2%).

Situasi masalah HIV/AIDS dari Tahun 1987 sampai dengan Desember Tahun 2017.

Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sama dengan Desember 2017, HIV/AIDS telah dilaporkan oleh 421 (81,9%) dari 514 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya HIV/AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2012.

  1. HIV

    Jumlah kasus HIV yang di laporkan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2017 mengalami kenaikan pada setiap tahunnya. Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Desember 2017 sebanyak 280.623. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di kota DKI Jakarta (51.981), diikuti dengan Jawa Timur (39.633), Papua (29.083), Jawa Barat (28.964), dan Jawa Tengah (22.292).
  2. AIDS

    Jumlah AIDS yang di laporkan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2017 relatif stabil pada setiap tahunnya. Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Desember 2017 sebanyak 102.667 orang. Persentase kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (32,5%), kemudian diikuti oleh kelompok umur 30-39 tahun (30,7%), 40-49 tahun (12,9%), 50-59 tahun (4,7%), dan 15-19 tahun (3,2%). Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 57% dan perempuan 33%. Sementara itu 10% tidak melaporkan jenis kelamin mereka. Jumlah AIDS tertinggi menurut pekerjaan/status adalah pada ibu rumah tangga (14.721), tenaga non profesional/nelayan (5.115), dan buruh kasar (4.583). Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari kota Papua (19.729), Jawa Timur (18.243), DKI Jakarta (9.215), Jawa Tengah (8.170), Bali (7.441), dan Jawa Barat (6.502). Faktor resiko penularan terbanyak melalui hubungan seksual beresiko heteroseksual (69,6%), penggunaan alat suntik tidak steril (9,1%), diikuti dengan homoseksual (5,7%), dan penularan melalui perinatal (2,9%). Angka kematian (CFR), AIDS sedikit megalami peningkatan dari 1,07% pada tahun 2015 menjadi 1,08% pada bulan Desember 2017.

Belum lama ini telah di rilis film tentang salah satu penyanyi legendaris yang meninggal karenaa telah mengidap penyakit HIV/AIDS  yang berjudul “BOHEMIAN RHAPSODY” yang di luncurkan oleh diluncurkan oleh 20th Century Fox dan di rilis pada 24 Oktober tahun 2018.

Banyak orang yang baru mengetahui penyakit HIV/AIDS dari salah satu penyanyi dari group band rock dari Britania Raya yang di bentuk tahun 1970 di London. Band ini bernama Queen yang di dirikan oleh Freddie Mercury (Penyanyi), Mercury lahir di Stone Town, Zanzibar (Tanzania, Afrika Timur) 5 September 1946. Mercury meninggal di London, Inggris, Britania Raya. Mercury di ketahui menyukai sesama jenis (Homoseksual) dan memakai narkoba. Pada tanggal 22 November 1991, Mercury memanggil manajer Queen, Jim Beach ke rumahnya di Kensington, untuk membahas pernyataan publik. Hari berikutnya, pengumuman berikut ini dibuat untuk pers internasional atas nama Mercury:

“ Setelah dugaan besar dalam pers selama dua minggu terakhir, saya ingin menegaskan bahwa saya telah diuji positif HIV dan AIDS. Saya merasa itu benar untuk menjaga informasi pribadi ini sampai saat ini untuk melindungi privasi orang di sekitar saya. Namun, sudah tiba saatnya sekarang untuk teman-teman dan fans di seluruh dunia untuk mengetahui kebenaran dan saya berharap bahwa setiap orang akan bergabung dengan saya, dokter saya, dan semua orang di seluruh dunia dalam memerangi penyakit mengerikan ini. Privasi saya selalu sangat istimewa bagi saya dan saya terkenal karena kurangnya wawancara. Harap dipahami, bahwa kebijakan ini akan terus berlanjut.”

Pada malam 24 November 1991, kira-kira dari 24 jam setelah mengeluarkan pernyataan itu, Mercury meninggal pada usia 45 di rumahnya di Kensington. Penyebab resmi kematian adalah bronkopneumonia akibat AIDS.

Di samping itu saya membuat sebuah kuesioner dimana hasil dari kuesioner tersebut  menunjukkan bahwa tidak banyak dari masyarakat yang mengetahui ada cara lain untuk mengatasi adanya virus HIV dan AIDS yaitu berbentuk sebuah cairan vaksin dan hasil dari kuesioner tersebut menunjukkan 68,8% orang-orang berminat, 25% mungkin saja dan 6,3% tidak berminat.

Para ilmuwan berkembah setelah uji coba vaksin baru terhadap manusia dan monyet menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancet, pengobatan uji coba itu ditemukan untuk menghasilkan tanggapan kekebalan anti-HIV pada orang dewasa yang sehat. Selain itu, vaksin ini juga melindungi monyet terhadap infeksi dari virus yang mirip dengan HIV.

Peneliti utama, dan Barouch, dari Harvard Medical School mengatakan, penelitian itu merupakan "tonggak penting" dalam penelitian HIV. Meski terbilang berhasil, tapi hasil ini harus ditafsirkan dengan hati-hati. "Kami senang dengan hasil saat ini. Tetapi kami tak bisa berasumsi bahwa vaksin ini akan bekerja pada manusia," kata Profesor Barouch kepada The Health Report. Untuk menguji teori itu, kini, para peneliti akan memberi vaksin 2.600 perempuan di Afrika bagian selatan yang berisiko tertular HIV. "Ini hanyalah konsep vaksin HIV kelima yang akan diujicobakan kemanjurannya pada manusia dalam sejarah 35 tahun epidemi global," kata Profesor Barouch. Hampir 37 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV, dengan sekitar 1,8 juta kasus baru setiap tahunnya.

Tujuan

Untuk mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memberitahu tentang adanya vaksin untuk pencegahan anti HIV/AIDS yang ada pada sekarang ini. Untuk sekarang ini vaksin anti HIV/AIDS di gunakan pada usia minimal 17tahun keatas. Untuk anak-anak hingga remaja sebaiknya ornag tua tetap terus mengawasi agar tidak terjadi yang tidak di inginkan.

 

Ditulis oleh Erika Lavinia Saputra

Mahasiswi London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?