Antara Nikmat dan Sakit Saat Berhubungan Badan? Ini Faktanya

Rusmanto
Rusmanto

Antara Nikmat dan Sakit Saat Berhubungan Badan? Ini Faktanya ilustrasi
Winnetnews.com - Seks adalah aktivitas yang umum dilakukan oleh pria dan wanita khususnya mereka yang sudah memiliki pasangan dan menikah. Seks akan memberikan rasa nikmat pada pasangan seperti orgasme. Meski demikian, kita tidak boleh mengabaikan kalau seks juga akan memberikan rasa sakit pada beberapa orang dengan intensitas tertentu.

Hal terkait sakit dan nikmat dalam seks

Seks yang dilakukan oleh pasangan memang diharapkan memberikan rasa nikmat yang cukup besar. Namun, pada kondisi tertentu, seks memang bisa menyebabkan rasa sakit baik disengaja atau tidak. Berikut beberapa hal terkait seks yang harus kita ketahui.

1. Seks pertama selalu sakit

Salah satu ketakutan terbesar yang dimiliki oleh wanita sebelum melakukan seks yang pertama kali adalah rasa sakit. Akhirnya, saat seks pertama kali dilakukan, wanita jadi merasa panik dan akhirnya seks yang dialami tidak berjalan dengan baik dan menjadi jauh lebih sakit dari sebelumnya.

Seks pertama terasa sakit adalah hal yang wajar. Namun, setiap orang akan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sakitnya intens atau tidak. Ukuran penis pasangan juga bisa menentukan apakah rasa sakit yang dialami besar atau tidak. Rasa sakit, mengalami perdarahan, dan tidak nyaman adalah hal wajar dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

2. Hanya wanita yang merasakan sakit saat seks

Pernyataan ini salah kaprah. Pasalnya tidak hanya wanita saja yang akan mengalami sakit saat seks. Pria pun juga akan mengalaminya Apalagi seks dilakukan tanpa pemanasan yang intens. Vagina bisa saja masih kering sehingga gesekan yang diterima penis juga akan sangat besar.

Pria dengan ukuran penis lebih besar biasanya sedikit tersiksa kalau melakukan penetrasi di vagina yang sangat sempit. Tekanan yang besar dan diterima oleh penis bisa membuat pria tidak nyaman. Bahkan, mereka bisa kehilangan ereksinya karena rasa nikmat yang dialami sangat sedikit atau malah tidak ada.

3. Rasa sakit masih bisa dinikmati

Beberapa orang menganggap kalau rasa sakit akan mematikan gairah seks seseorang. Namun, tidak semua orang mengalaminya. Beberapa orang justru menikmati rasa sakit yang dialami oleh tubuh. Pria dan wanita bisa menikmati rasa sakit ini dan tetap merasa terangsang dan menikmati seks yang dijalankan.

Dalam seks, ada pasangan yang suka melakukan BDSM. Seks dengan jenis ini dilakukan dengan cara yang agak kasar. Ada pihak yang akan mendominasi dan pihak yang menjadi penerima saja. Umumnya seks ini dilakukan dengan menyakiti pasangan dan mendapatkan kepuasan dari sana.

4. Rasa sakit bisa diminimalkan

Seks memang bisa menyebabkan rasa sakit. Namun, rasa sakit ini bisa diminimalkan dengan menggunakan pelumas tambahan. Secara umum wanita memang menghasilkan pelumas di dalam vagina. Namun, pada kondisi tertentu, pelumas tidak bisa dihasilkan secara maksimal.

Wanita yang sedang menopause biasanya tidak menghasilkan pelumas dalam jumlah banyak. Akhirnya pelumas dengan bahan air, minyak, atau silikon bisa digunakan untuk membantu melicinkan liang vagina.

5. Posisi seks penting untuk menghindari sakit

Rasa sakit saat seks juga dipengaruhi oleh posisi yang dipilih oleh pasangan. Misal pria memiliki penis yang panjang dan memilih gaya seks yang membuat penetrasi terjadi lebih dalam. Wanita akan cenderung merasakan sakit yang intens daripada melakukan gaya seks untuk penetrasi dangkal.

Pasangan diharapkan mampu memiliki posisi seks yang bisa memberikan kenikmatan pada kedua belah pihak. Kalau salah satu tidak bisa menikmati kenikmatan seks, aktivitas ini tidak akan berjalan dengan baik. Pasalnya pasangan bisa saja menghindarinya.

Apa Reaksi Kamu?