(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Antisipasi Bencana Gunung Agung, BPBD Banyuwangi Gelar Rakor

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

Antisipasi Bencana Gunung Agung, BPBD Banyuwangi Gelar Rakor

WinNetNews.com - Antisipasi ancaman bencana Gunung Agung Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana. Rakor tersebut bertujuan menyiapkan daerah untuk mengantisipasi sejak dini mengenai dampak erupsi Gunung Agung. 

"Kami kumpulkan stakeholder dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi. Melihat kondisi yang seperti itu, memang belum ada yang bisa memprediksi kapan Gunung Agung meletus. Tapi setidaknya, kami telah siap siaga di daerah khususnya di Banyuwangi untuk mengantisipasi dampak jika Gunung Agung erupsi," jelas Kalaksa BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana, kepada sejumlah wartawan, Rabu (4/9/2017).

Menurut Fajar, dari hasil rapat tersebut, jika Gunung Agung erupsi maka Banyuwangi kemungkinan besar akan mendapat dampak berupa abu vulkanik. Sehingga pihaknya mulai mengambil langkah antisipasi terhadap dampak tersebut.

"Meski demikian, kami harus tahu dulu bagaimana arah angin. Memang hasil dari perhitungan BMKG, kemungkinan Oktober ini arah angin masih cenderung mengarah ke barat," katanya.

Langkah antisipasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dan BPBD, yakni menyiapkan masker atau penutup hidung dan obat-obatan. Dalam hal ini, satuan kerja yang disiapkan yakni Dinas Kesehatan, PMI maupun rumah sakit.

"Debu dampaknya ini pasti berpengaruh pada kesehatan. Karena debu vulkanologi dampaknya sangat mengganggu pernapasan. Di samping menyiapkan masker, dari kami sendiri, juga melibatkan SKPD yang lain misalnya dari Dinas Kesehatan, PMI dan rumah sakit kami menyiapkan
masker," ujarnya.

Ganguan lain dari debu, kata Fajar, memungkinkan akan mengganggu aktivitas warga lainnya. Misalnya, mengenai kondisi pertanian, maupun ruang publik lain termasuk aktivitas transportasi.

"Debu kemungkinan juga akan berdampak pada pertanian. Dari rekan-rekan pertanian juga sudah mengangkap isu ini dan cara mengantisipasi nya. Terus ada Dinas PU Binamarga, Cipta Karya dan Tata Ruang. Ada lagi dari Dinas Perhubungan dalam kaitannya dengan transportasi," ungkapnya.

"Kita minta kepada SKPD lain termasuk camat untuk melakukan sosialisasi mengenai kondisi terkini Gunung Agung. Meneruskan informasi positif kepada warganya agar tetap tenang," tambahnya. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});