Antisipasi Gangguan Satelitnya, Telkom Sebagian Gunakan Satelit Asing

Antisipasi Gangguan Satelitnya, Telkom Sebagian Gunakan Satelit Asing ilustrasi

WinNetNews.com - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengakui telah terjadi gangguan atas satelit yang dimilikinya bernama Telkom 1. Pihaknya pun saat ini tengah berupaya maksimal untuk membenahinya.

Menurut Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga, sejak diketahui adanya anomali pada satelit Telkom 1 pada 25 Agustus kemarin, pihaknya sudah membentuk crisis center untuk proses pembenahan. Ada beberapa hal yang akan dilakukan Telkom dalam membenahi gangguan satelit Telkom 1.

Pertama, sejak 26 Agutus kemarin, Telkom melakukan migrasi transponder dari satelit Telkom 1 ke satelit milik Telkom lainnya yakni Telkom 2 dan 3S. Selain itu pihaknya juga menggunakan satelit miliki perusahaan asing yang menjangkau wilayah Indonesia.

"Kita pindahkan ke Telkom 2 dan 3S itu sekitar 77%-nya. Nah 23% kami gunakan satelit non Telkom, ada satelit Hong Kong dan China. Kita memang juga sudah menggunakan satelit dari China sebelum ada Telkom 3S. Karena kebutuhan satelit kita besar, oleh karena itu Telkom 3S diluncurkan, supaya tidak bergantung pada satelit asing," tuturnya di Graha Merah Putih Telkom, Jakarta, Senin (28/8/2017).

Proses pengalihan transponder dari satelit Telkom 1 ke satelit lainnya diperkirakan akan selesai pada 30 Agustus mendatang. Selain itu secara paralel, Telkom akan melakukan proses repointing antena ground segment yang dilakukan secara bertahap.

Alex menjelaskan, saat ini pelanggan yang menggunakan satelit Telkom 1 terbagi 2 jenis, yakini pelanggan provider VSAT yang merupakan perusahaan yang kembali melayani perusahaan lainnya seperti perbankan. Ada sekitar 8 institusi untuk jenis pelanggan ini.

Lalu jenis pelanggan kedua, yakni pelanggan end user yang menggunakan jaringan satelit Telkom 1 untuk keperluan pribadinya. Ada 55 pelangan untuk jenis ini.

"Untuk pelanggan provider VSAT itu ada 12.030 site (antena ground segment). Lalu untuk yang end user sekitar 3 ribuan. Jadi total ground segment yang akan repointing sekitar 15.000 site," tambah Alex.

Proses repointing antena ground segment diperkirakan akan selesai pada 10 September mendatang. Sehingga hingga pada tanggal tersebut gangguan atas imbas dari anomali satelit Telkom 1.

"Oleh karena itu kami meminta maaf atas gangguan ini sampai 10 September. Tapi proses migrasi sudah 17% sampai detik ini," tukasnya. (detikcom)